Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dana Kelolaan Melesat Lalu Hancur dalam Hitungan Hari

Situational Awareness, hedge fund yang dipimpin Leopold Aschenbrenner, mengalami kerugian besar sekitar US$30 miliar (Rp534 triliun) dalam satu bulan karena krisis likuiditas akibat strategi leverage tinggi dan perubahan sentimen pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Dana Kelolaan Melesat Lalu Hancur dalam Hitungan Hari📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada akhir Juli 2026, dana kelolaan hedge fund Situational Awareness yang sempat melonjak hingga lebih dari US$45 miliar tiba-tiba terjun bebas akibat krisis likuiditas. Pendiri fund berusia 25 tahun, Leopold Aschenbrenner, yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh muda berpengaruh dalam isu kecerdasan buatan, terpaksa melakukan penjualan paksa aset besar-besaran dalam waktu singkat untuk menstabilkan posisi keuangan. Keputusan itu muncul setelah sentimen pasar berbalik tajam akibat munculnya model AI open-source dari China yang mengancam dominasi saham-saham andalan fund.

Strategi fund yang berbasis pada pembelian besar-besaran saham perusahaan chip dan shorting perusahaan software terdampak AI, didukung oleh leverage tinggi hingga tiga kali modal dan penggunaan instrumen derivatif khusus. Meski mendapat dukungan dari empat bank besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan, Bank of America, dan Citigroup, para investor lain seperti Jefferies dan Barclays menolak bermitra karena risiko yang dianggap terlalu tinggi. Ketika pasar berubah, posisi long dan short justru saling memperparah kerugian, dengan saham-saham kunci seperti Bloom Energy dan Sandisk anjlok hingga 24%.

Dalam waktu kurang dari seminggu, fund ini mulai mengalami tekanan besar dari investor. Pada 29 Juli, tim Aschenbrenner berusaha menjual sebagian saham Anthropic senilai US$5 miliar dengan diskon 20% dalam tenggat 12 jam. Meski Greenoaks menyiapkan dana hingga larut malam, kesepakatan itu dibatalkan setelah Citadel, dipimpin Ken Griffin, berhasil menutup transaksi dengan diskon 10% lebih awal. Transaksi final baru rampung pukul 9:10 pagi, sebelum pasar AS buka, dan seketika fund mengumumkan kerugian 67% selama bulan Juli—setara US$30 miliar atau sekitar Rp534 triliun.

Di tengah kekacauan keuangan, Aschenbrenner justru menikahi Avital Balwit, staf pribadi CEO Anthropic Dario Amodei, dalam upacara di Carmel, California. Dalam pidato pernikahan, ia menyampaikan sindiran halus kepada Citadel dan Ken Griffin, mengakui bahwa kesepakatan dengan Citadel justru menyelamatkan fund dari kehancuran total. Kini, dana kelolaan Situational Awareness menyusut menjadi sekitar US$15 miliar, dan tim sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi manajemen risiko, sambil memulihkan kepercayaan investor melalui investasi baru di startup seperti Source Foundry dan SharonAI.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya