Dana Kelolaan Melesat Lalu Hancur dalam Hitungan Hari
Situational Awareness, hedge fund yang dipimpin Leopold Aschenbrenner, mengalami kerugian besar sekitar US$30 miliar (Rp534 triliun) dalam satu bulan karena krisis likuiditas akibat strategi leverage tinggi dan perubahan sentimen pasar.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada akhir Juli 2026, dana kelolaan hedge fund Situational Awareness yang sempat melonjak hingga lebih dari US$45 miliar tiba-tiba terjun bebas akibat krisis likuiditas. Pendiri fund berusia 25 tahun, Leopold Aschenbrenner, yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh muda berpengaruh dalam isu kecerdasan buatan, terpaksa melakukan penjualan paksa aset besar-besaran dalam waktu singkat untuk menstabilkan posisi keuangan. Keputusan itu muncul setelah sentimen pasar berbalik tajam akibat munculnya model AI open-source dari China yang mengancam dominasi saham-saham andalan fund.
Strategi fund yang berbasis pada pembelian besar-besaran saham perusahaan chip dan shorting perusahaan software terdampak AI, didukung oleh leverage tinggi hingga tiga kali modal dan penggunaan instrumen derivatif khusus. Meski mendapat dukungan dari empat bank besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan, Bank of America, dan Citigroup, para investor lain seperti Jefferies dan Barclays menolak bermitra karena risiko yang dianggap terlalu tinggi. Ketika pasar berubah, posisi long dan short justru saling memperparah kerugian, dengan saham-saham kunci seperti Bloom Energy dan Sandisk anjlok hingga 24%.
Dalam waktu kurang dari seminggu, fund ini mulai mengalami tekanan besar dari investor. Pada 29 Juli, tim Aschenbrenner berusaha menjual sebagian saham Anthropic senilai US$5 miliar dengan diskon 20% dalam tenggat 12 jam. Meski Greenoaks menyiapkan dana hingga larut malam, kesepakatan itu dibatalkan setelah Citadel, dipimpin Ken Griffin, berhasil menutup transaksi dengan diskon 10% lebih awal. Transaksi final baru rampung pukul 9:10 pagi, sebelum pasar AS buka, dan seketika fund mengumumkan kerugian 67% selama bulan Juli—setara US$30 miliar atau sekitar Rp534 triliun.
Di tengah kekacauan keuangan, Aschenbrenner justru menikahi Avital Balwit, staf pribadi CEO Anthropic Dario Amodei, dalam upacara di Carmel, California. Dalam pidato pernikahan, ia menyampaikan sindiran halus kepada Citadel dan Ken Griffin, mengakui bahwa kesepakatan dengan Citadel justru menyelamatkan fund dari kehancuran total. Kini, dana kelolaan Situational Awareness menyusut menjadi sekitar US$15 miliar, dan tim sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi manajemen risiko, sambil memulihkan kepercayaan investor melalui investasi baru di startup seperti Source Foundry dan SharonAI.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

