Danantara Soroti Potensi Investasi Protein Berbasis Hewani
Danantara menilai sektor protein hewani layak jadi fokus investasi karena prospek pertumbuhan tinggi, kebutuhan domestik yang besar, dan strategi penguatan rantai pasok pangan regional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan bahwa sektor yang menjadi target investasi harus memiliki pertumbuhan berkelanjutan, profitabilitas kuat, serta potensi pengembalian komersial yang menjanjikan. Menurut Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Nugraha Mansury, kriteria utama adalah kesesuaian dengan tren ekonomi jangka panjang dan kapasitas pasar yang besar. Investasi tak hanya ditujukan untuk keuntungan finansial, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor strategis.
Salah satu fokus utama Danantara adalah pengembangan industri pangan, khususnya sumber protein hewani. Alasannya, konsumsi protein di Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara berkembang, meski jumlah penduduk mencapai lebih dari 280 juta jiwa dan populasi Asia Tenggara mendekati 800 juta. Dengan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 8% dan meningkatnya daya beli, permintaan terhadap produk protein diproyeksikan terus meningkat. Kondisi geopolitik global yang dinilai tidak menentu juga memperkuat kebutuhan akan ketahanan pangan lokal dan regional.
Kolaborasi dengan JBS Group, perusahaan produsen protein terbesar dunia yang berbasis di Brasil namun listing di AS, menjadi pilar utama strategi Danantara. JBS memiliki kapasitas produksi global, teknologi canggih, serta keberadaan pasar dominan di Australia—sekitar 45–50% dari total operasionalnya. Kerja sama ini memungkinkan transfer teknologi, peningkatan kapasitas produksi di Indonesia, serta akselerasi pengembangan rantai pasok pangan yang lebih terintegrasi dan tahan terhadap gangguan global.
Dana sebesar US$ 2,5 miliar dari Danantara dan senilai sama dari JBS Group akan dikucurkan secara bersamaan untuk fokus pengembangan bisnis protein di Indonesia dalam dua tahun pertama. Investasi ini tidak hanya menargetkan ekspansi produksi, tetapi juga memperkuat ekosistem pangan berkelanjutan di kawasan, termasuk pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia. Tujuannya adalah menciptakan sistem pangan yang efisien, mandiri, dan mampu bersaing secara global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


