Delapan Komoditas Pangan Capai Swasembada Nasional
Delapan komoditas pangan utama kini telah mencapai swasembada, termasuk beras, jagung, bawang merah, ayam, dan telur, bahkan sebagian sudah diekspor.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.25 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah melaporkan bahwa delapan komoditas pangan strategis telah berhasil mencapai target swasembada nasional, menandai kemajuan signifikan dalam ketahanan pangan dalam negeri. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional menyebutkan bahwa produksi dalam negeri kini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri, bahkan menghasilkan surplus yang memungkinkan ekspor. Komoditas yang telah mencapai swasembada meliputi beras, jagung untuk pakan ternak, bawang merah, ayam, dan telur ayam, dengan beberapa di antaranya telah menjelma sebagai produk ekspor unggulan.
Kinerja tersebut bukan hanya dinilai dari penghentian impor, melainkan juga dari ketersediaan dan stabilitas harga di pasar domestik. Menurut pihak terkait, saat produksi dalam negeri mencukupi, impor dapat dihentikan secara bertahap. Hal ini terbukti dengan turunnya harga telur dan ayam yang sebelumnya menjadi pemicu inflasi, menunjukkan keberhasilan pasokan dalam negeri yang melimpah. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi telah berdampak langsung pada stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Dalam kerangka strategi nasional, pemerintah menetapkan 11 komoditas pangan pokok sebagai prioritas swasembada. Dari jumlah tersebut, delapan telah tercapai, sementara tiga komoditas lainnya—sapi, susu, dan kedelai—masih dalam proses peningkatan produksi. Tiga komoditas ini dinilai membutuhkan waktu lebih panjang karena ketergantungan terhadap pasokan impor dan kompleksitas rantai produksi. Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan tersebut secara bertahap melalui berbagai program pengembangan pertanian.
Untuk menjamin keberlanjutan produksi jangka panjang, upaya peningkatan indeks pertanaman (IP) dilakukan, termasuk memperbanyak musim panen di lahan yang sama. Dengan meningkatkan frekuensi panen dari satu menjadi dua hingga tiga kali setahun, produktivitas tanah dapat ditingkatkan secara signifikan. Selain itu, pemerintah sedang mengerjakan program pencetakan sawah baru di wilayah Papua dan Kalimantan guna memperluas lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Tujuan utama dari pencapaian swasembada ini adalah memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama beras sebagai komoditas utama. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi yang merata dan harga yang terjangkau. Dengan pendekatan terpadu yang melibatkan produksi, infrastruktur, dan pengawasan pasar, Indonesia terus bergerak menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Pemerintah resmi meluncurkan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan sejak tingkat desa.
24 September 2026

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Presiden Prabowo minta penelitian tentang lahan gambut diperkuat untuk pengelolaan berkelanjutan dan pencegahan kebakaran hutan.
24 September 2026

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Pemerintah Provinsi NTB dan Komisi IX DPR RI sepakati langkah strategis perlindungan pekerja migran Indonesia mulai sebelum keberangkatan hingga pasca-pulang, dengan fokus pada pencegahan non-prosedural, pemulangan aman, dan pemulihan ekonomi.
24 September 2026

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Ketua Baleg DPR menegaskan proses penyusunan UU Pengaturan Reforma Agraria tidak tergesa-gesa, melainkan berbasis pada perasaan dan kebutuhan rakyat serta mendukung nilai-nilai UUD 1945.
24 September 2026
Berita Lainnya

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

Qualcomm Perkenalkan Chipset Terbaru untuk Smartphone Premium
Kamis, 24 September 2026, 23.05 WITA

Indonesia-Rusia Jajaki Kolaborasi Satelit dan Kecerdasan Buatan
Kamis, 24 September 2026, 23.04 WITA

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Kamis, 24 September 2026, 23.04 WITA

