Delapan WNI Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia, Gaji Paling Tinggi Rp40 Juta
Delapan warga negara Indonesia diduga direkrut sebagai tentara bayaran oleh Rusia untuk konflik di Ukraina, dengan iming-iming gaji hingga Rp40 juta per bulan, namun banyak yang justru terjebak utang besar akibat biaya perekrutan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 06.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) mengungkap adanya delapan warga negara Indonesia yang diketahui telah direkrut menjadi tentara bayaran untuk mendukung operasi militer Rusia di wilayah Ukraina. Temuan ini berdasarkan dokumen komunikasi antara Kementerian Luar Negeri Rusia dan pihak terkait, yang diperoleh setelah pemeriksaan salinan proses pengajuan visa. Nama-nama yang terlibat antara lain Yuda Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Syaripudin Muhammad, Maulana M Hadi, Iskandar Wahyu Oktavian, serta Helmi Nugraha Hakim.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, perekrutan dilakukan melalui iming-iming kompensasi finansial tinggi, terutama bagi warga dari negara berpendapatan rendah. Gaji yang ditawarkan diklaim berkisar antara 2.000 hingga 2.500 dolar AS per bulan, setara Rp32 juta hingga Rp40 juta, menurut laporan dari berbagai sumber investigatif. Pengakuan dari mantan anggota militer asing yang berhasil melarikan diri dari medan tempur menyebutkan bahwa sejumlah pria dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menerima janji bayaran awal sebesar 2.000 dolar AS saat pertama kali bergabung.
Namun, realitas yang terjadi jauh dari janji tersebut. Banyak dari mereka tidak menerima gaji penuh, bahkan ada yang sama sekali tidak dibayar. Sebagian besar korban terjebak dalam utang besar karena biaya perekrutan yang mencapai hingga 9.000 dolar AS—setara sekitar Rp145 juta—yang harus dibayar kepada agen perekrut untuk tiket dan visa. Pelatihan militer yang diberikan juga sangat singkat, hanya sekitar dua minggu, dengan bahasa pengantar yang tidak dipahami, yakni bahasa Rusia, sehingga mempersulit integrasi dan komunikasi di medan.
Para tentara asing ini tidak ditempatkan dalam kelompok milisi seperti Wagner, melainkan dimasukkan langsung ke dalam struktur tentara reguler Rusia. Hal ini menunjukkan pendekatan baru dalam perekrutan pasukan, yang menargetkan individu dari negara-negara di Global Selatan yang bersedia berperang demi imbalan finansial tinggi. Menurut analisis dari peneliti senior Mark Hanna, strategi ini bertujuan memperkuat kapasitas militer Rusia dengan memanfaatkan tenaga kerja murah yang bersedia mengorbankan nyawa demi uang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

