Denmark Perkuat Militer di Greenland Akibat Tensi Arktik
Denmark mengerahkan personel wajib militer ke Greenland untuk pertama kalinya, sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik dan ancaman eksplorasi wilayah tersebut oleh AS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Denmark telah meluncurkan operasi militer terbesar dalam sejarah modernnya di Greenland dengan mengerahkan pasukan wajib militer ke wilayah semi-otonom tersebut. Langkah ini menandai pergeseran strategis dalam kebijakan pertahanan negara, menyusul pernyataan berulang oleh mantan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan minat mengakuisisi wilayah Arktik ini. Kehadiran pasukan tersebut bertujuan memperkuat kedaulatan dan keamanan wilayah strategis yang kaya sumber daya alam dan berpotensi menjadi jalur perdagangan internasional baru di masa depan.
Para personel, yang berusia antara 19 hingga 22 tahun, menjalani pelatihan intensif di bawah program Arctic Endurance sebagai bagian dari misi NATO Arctic Sentry. Latihan ini menguji kemampuan bertahan hidup dan operasi militer dalam kondisi ekstrem, termasuk suhu sangat rendah dan medan tanpa vegetasi. Mereka bergerak melintasi daerah gundul dan terbuka, mempersiapkan diri untuk situasi darurat yang mungkin terjadi dalam konteks konflik regional.
Komandan Kompi Kapten Laura Jepsen menegaskan bahwa kehadiran militer bukan untuk provokasi, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang terhadap keamanan wilayah Arktik. "Kami hadir untuk memastikan bahwa semua pihak memahami bahwa Greenland bukan hanya wilayah geografis, tetapi juga bagian dari komunitas internasional yang harus dilindungi," ujarnya. Pemerintah Denmark pun telah menjanjikan investasi miliaran dolar untuk meningkatkan infrastruktur dan kapasitas pertahanan di kawasan tersebut.
Kegiatan militer Denmark di Arktik berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas Rusia dan China di kawasan yang kaya mineral dan sumber daya energi. Moskow, yang memiliki basis militer terbesar di wilayah tersebut, menyebut aksi NATO sebagai ancaman serius terhadap stabilitas regional. Sementara itu, Beijing semakin aktif melalui kemitraan strategis dengan Rusia, memperluas kehadirannya secara diplomatik dan ekonomi. Ketegangan ini menunjukkan bahwa Arktik kini bukan lagi wilayah netral, melainkan medan persaingan kekuatan global yang semakin intens.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Thailand resmi memangkas masa tinggal bebas visa bagi turis asing dari 60 menjadi 30 hari, berlaku mulai 15 September 2026, termasuk bagi WNI yang tetap bisa masuk tanpa visa hingga 30 hari.
9 September 2026

BUK Migas Siap Jadi Pemimpin Utama Sektor Hulu
RUU Migas baru menetapkan BUK Migas sebagai entitas khusus yang mengelola seluruh aktivitas hulu, dengan otoritas penuh dan mandat langsung dari Presiden.
9 September 2026

RUU Migas Dipercepat, BUK Jadi Fokus Utama
DPR resmi tetapkan RUU Migas sebagai inisiatif dan percepat penyelesaian hingga Oktober 2026, dengan fokus utama pada bentuk dan posisi Badan Usaha Khusus (BUK) migas.
9 September 2026

Stok Beras Melimpah, Tapi Beras Premium 5 Kg Langka di Ritel
Meski stok beras nasional tinggi, beras premium kemasan 5 kg sulit ditemukan di ritel modern karena ketidakselarasan harga eceran tertinggi dengan biaya produksi di hulu.
9 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA

Kapal Filipina Ditangkap di Sulawesi, 25 Rumpon Ilegal Dibongkar
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


