Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Digitalisasi Budaya Lokal Dorong Ekonomi Kreatif Daerah

Kemenekraf dorong komersialisasi budaya lokal melalui ruang digital, termasuk pemanfaatan aksara Nusantara dalam domain internet untuk perluasan pasar dan penciptaan nilai ekonomi baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 17.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Digitalisasi Budaya Lokal Dorong Ekonomi Kreatif Daerah📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah dengan mengakselerasi transformasi budaya lokal ke ranah digital. Melalui pendekatan inovatif, pemerintah menekankan pentingnya memanfaatkan kekayaan budaya—seperti bahasa dan aksara Nusantara—sebagai aset yang dapat dikomersialisasi. Upaya ini diarahkan untuk menjadikan budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi melalui kreativitas dan teknologi.

Salah satu langkah konkret yang digarap adalah pemanfaatan Internationalized Domain Names (IDN) berbasis aksara Nusantara, bekerja sama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Peluncuran aksara Bali sebagai bagian dari IDN menjadi salah satu fokus pengembangan, yang diharapkan mampu memperkuat identitas digital daerah serta membuka ruang bagi pelaku usaha kreatif untuk menawarkan produk dengan ciri khas budaya lokal.

Domain digital yang menggunakan aksara lokal dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi, karena dapat berfungsi sebagai aset digital yang bernilai dan bahkan berpotensi menjadi jaminan ekonomi. Ketua Dewan Pengurus PANDI menegaskan bahwa domain bukan sekadar alamat web, tetapi juga bentuk kepemilikan digital yang dapat dikembangkan secara komersial. Pendekatan ini sejalan dengan visi Kemenekraf untuk memperluas pasar tanpa terkendala batas geografis.

Digitalisasi budaya juga membuka peluang bagi kreator daerah untuk menjangkau konsumen nasional maupun global tanpa harus bergantung pada pasar fisik. Produk berbasis identitas budaya yang dikembangkan secara digital dapat menjadi diferensiasi utama dalam persaingan pasar yang semakin ketat. Dalam kerangka ini, Kemenekraf meluncurkan Program Sinergi Ekraf untuk menghubungkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, akademisi, dan lembaga keuangan, demi mewujudkan kolaborasi yang efektif.

PANDI dan Kemenekraf juga akan memperdalam kolaborasi dalam menyelenggarakan peluncuran IDN Nusantara pada Oktober 2026 di Bali, sebagai bagian dari rangkaian acara ICANN. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi bagi ekosistem ekonomi digital berbasis budaya, yang tidak hanya melestarikan warisan, tetapi juga menciptakan sumber nilai baru dari kekayaan budaya Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya