P3-TGAI Naik Jadi 13.296 Lokasi di 2027
Kementerian PU menaikkan jumlah lokasi P3-TGAI pada 2027 menjadi 13.296 titik, menunjukkan komitmen memperkuat irigasi berbasis masyarakat untuk ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 17.46 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menetapkan peningkatan jumlah lokasi program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) pada tahun anggaran 2027 menjadi 13.296 titik. Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari target tahun sebelumnya yang mencapai 12.000 lokasi, dengan penambahan sebanyak 1.296 titik. Penetapan ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air dalam forum rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, sebagai bagian dari perencanaan strategis dalam memperkuat infrastruktur pertanian berbasis masyarakat.
Program P3-TGAI dirancang sebagai upaya partisipatif yang melibatkan petani secara aktif dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan jaringan irigasi. Kegiatan yang dilakukan mencakup rehabilitasi, peningkatan, serta pembangunan jaringan irigasi kecil dengan luas layanan di bawah 150 hektare, termasuk jaringan tersier dan irigasi desa. Pendekatan ini tidak hanya menjamin ketersediaan air irigasi secara berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan ketahanan pertanian terhadap perubahan iklim, terutama pada musim kemarau.
Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, program ini mampu menciptakan dampak ganda: di satu sisi memperbaiki infrastruktur, di sisi lain memperkuat kapasitas kelembagaan petani dan mendorong kemandirian lokal. Selain itu, program ini turut mendorong perekonomian desa melalui skema padat karya, di mana masyarakat petani turut berperan langsung dalam pelaksanaan proyek. Dengan demikian, manfaat tidak hanya berupa infrastruktur, tetapi juga pendapatan langsung yang menggerakkan ekonomi mikro di tingkat desa.
Menteri Pekerjaan Umum menegaskan bahwa penguatan infrastruktur irigasi menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Keandalan pasokan air irigasi menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan efisiensi usaha tani. Melalui pendekatan berbasis masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan sosial, sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika lingkungan dan ekonomi yang terus berubah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Makan Murah di Bandara Soetta? Ini Lokasinya
Penumpang Bandara Soekarno-Hatta bisa menikmati berbagai menu lokal dengan harga terjangkau di Food Park Terminal 3, mulai dari Rp25 ribu per porsi.
22 September 2026

Warga Ajukan Uji Materi Aturan SIM ke MK
Sejumlah warga, termasuk ASN dan mahasiswa, menggugat aturan perpanjangan SIM ke Mahkamah Konstitusi karena dianggap tidak adil terhadap kelalaian administratif.
22 September 2026

Cregger Pilih Cerita Baru, Tak Bawa Leon ke Film Resident Evil 2026
Sutradara Zach Cregger menegaskan alasan tidak menghadirkan Leon S. Kennedy demi menghindari pengulangan narasi yang sudah sempurna dalam game.
22 September 2026

Potensi Air Laut Dalam Dorong Kemandirian Air Minum Nasional
Indonesia perlu manfaatkan air mineral laut dalam sebagai solusi berkelanjutan hadapi krisis air, khususnya di wilayah rawan kelangkaan seperti Jawa dan Bali–Nusa Tenggara.
22 September 2026
Berita Lainnya

DPR Sahkan UU Reforma Agraria, Tuntutan Keadilan Tanah Terus Bergulir
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan 5 Pelajar
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

Arab Kecam Kunjungan Netanyahu ke Terowongan Al-Aqsa
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

DPR Gelar Uji Kelayakan 25 Calon Duta Besar RI
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Pezeshkian Janjikan Perlawanan Tegas di PBB
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Gus Yaqut Marah di Rapat soal Dugaan Penyelewengan Dana Haji
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Akuntansi Pelajari Dunia Pasar Modal Secara Langsung
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Utang BLBI Rp218,3 Triliun Dibayar Tuntas di Masa Prabowo
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

