Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Diri Sendiri Musuh Terbesar dalam Keuangan

Chairul Tanjung menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam mengelola keuangan bukan dari luar, melainkan kemampuan mengendalikan diri dari godaan konsumtif dan nafsu memamerkan kekayaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Diri Sendiri Musuh Terbesar dalam Keuangan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Chairul Tanjung, pemilik CT Corp, menyampaikan bahwa sumber utama hambatan dalam mencapai kemandirian finansial justru berasal dari diri sendiri. Dalam kesempatan berbicara di Lampung Finansial Festival 2026, ia menekankan bahwa mengalahkan hawa nafsu merupakan kunci utama untuk membangun kekayaan berkelanjutan. Menurutnya, ketika seseorang mulai memiliki penghasilan lebih, dorongan untuk memamerkan kemampuan finansial—atau yang kerap disebut flexing—justru bisa merusak potensi pertumbuhan keuangan jangka panjang.

Ia mencontohkan bahwa uang yang seharusnya digunakan untuk investasi atau pengembangan usaha justru terbuang sia-sia karena keinginan menunjukkan status. “Kalau bisa menahan diri, uang itu akan berlipat ganda melalui pengelolaan yang bijak,” tegasnya. CT menekankan bahwa disiplin diri bukan sekadar nilai pribadi, tetapi prinsip yang telah diajarkan secara turun-temurun dalam agama sebagai bentuk perjuangan melawan nafsu.

Selain disiplin, CT juga menyoroti pentingnya memahami akar penyebab kegagalan. Ia menekankan bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan proses evaluasi yang harus dilakukan secara mendalam. “Kita harus tahu apa penyebabnya, agar tidak terulang,” ujarnya. Dengan menganalisis akar masalah, seseorang dapat menghindari kesalahan yang sama dan memperkuat fondasi keputusan di masa depan.

Pemikiran CT juga mencakup pentingnya pengembangan pengetahuan secara terus-menerus. Ia menyatakan bahwa kemampuan berpikir rasional dan mengambil keputusan cepat bisa dilatih melalui latihan konsisten. Pengetahuan yang diasah secara rutin akan membentuk memori dan pola pikir yang lebih tangguh, sehingga seseorang mampu menghadapi tantangan finansial dengan lebih bijak.

Tujuan utama dari semua pesan ini, menurut CT, adalah membentuk pribadi yang tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga memiliki kematangan dalam mengelola kekayaan. Dengan mengendalikan diri, belajar dari kegagalan, dan terus mengasah pengetahuan, seseorang dapat menciptakan fondasi keuangan yang kokoh dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya