Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Distribusi BBM Subsidi di Sultra Harus Tepat Waktu dan Sasaran

Kementerian ESDM menekankan pentingnya penyaluran BBM subsidi di Sulawesi Tenggara yang tepat waktu, tepat sasaran, dan sesuai harga, melalui rapat koordinasi dengan lima kepala daerah dan pihak terkait.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Distribusi BBM Subsidi di Sultra Harus Tepat Waktu dan Sasaran
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan komitmen untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Sulawesi Tenggara berjalan secara efektif, dengan fokus pada ketersediaan stok, kecepatan penyaluran, serta kepatuhan terhadap harga dan ketentuan yang berlaku. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar masyarakat dapat menikmati haknya tanpa hambatan dalam proses distribusi.

Rapat koordinasi digelar di Fuel Terminal Baubau, melibatkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Laode Sulaeman, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, serta lima kepala daerah dari wilayah Baubau, Muna, Muna Barat, Wakatobi, dan Buton Selatan. Acara ini difasilitasi oleh Pertamina Patra Niaga untuk membahas tantangan dan aspek krusial dalam distribusi BBM yang masih perlu diperbaiki, terutama di daerah terpencil dan yang bergantung pada sektor perikanan serta pertanian.

Laode Sulaeman menekankan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik unik dalam penyaluran BBM subsidi, sehingga masukan dari para kepala daerah menjadi bahan penting dalam menyusun kebijakan yang lebih adaptif dan responsif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan distribusi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan stok, tetapi juga oleh efisiensi logistik dan pemahaman terhadap kondisi lokal.

Sebagai tindak lanjut, Pertamina akan melakukan roadshow ke masing-masing daerah untuk melakukan pendalaman terhadap permasalahan spesifik, khususnya yang dialami oleh nelayan dan petani yang menjadi kelompok prioritas dalam penyaluran BBM bersubsidi. Tujuannya adalah merancang solusi konkret yang bisa diterapkan secara berkelanjutan, memastikan bahwa kebijakan distribusi benar-benar menyentuh sasaran yang dituju.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya