Dividen Besar Menanti Pemegang Saham Telkom
Telkom siap bagikan dividen lebih dari 50% dari laba tahun buku 2026, dengan rasio pembayaran diproyeksikan antara 60% hingga 90%.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Perusahaan telekomunikasi nasional PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. menyampaikan rencana pembagian dividen yang disiapkan dari kinerja keuangan tahun buku 2026, dengan proyeksi tingkat pembayaran yang cukup tinggi. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, menegaskan bahwa alokasi dividen diproyeksikan berada di kisaran 60% hingga 90% dari laba bersih, meski keputusan akhir masih menunggu rapat pemegang saham.
Pembagian dividen ini dipertimbangkan secara matang, memperhatikan keseimbangan antara kenaikan nilai saham, kebutuhan investasi untuk ekspansi, kinerja operasional, dinamika pasar, serta harapan para pemegang saham. Telkom menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang tanpa mengorbankan kepentingan investor.
Sebelumnya, pada Juli 2026, Telkom telah menyelesaikan pembayaran dividen tunai untuk tahun buku 2025 senilai Rp21,99 triliun. Jumlah tersebut merupakan salah satu pembagian terbesar di pasar modal Indonesia dalam tahun tersebut. Pembayaran ini didasarkan pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang menyetujui penggunaan laba bersih Rp17,81 triliun dan tambahan dari laba ditahan.
Total dividen mencapai Rp21.999.902.180.685, sehingga rasio pembagian laba (dividend payout ratio/DPR) mencapai 123,5%, melampaui angka 100% yang menunjukkan pembagian melebihi laba bersih tahunan. Pembagian dilakukan atas dasar sekitar 98,7 miliar saham, setelah dikurangi saham treasury, menghasilkan dividen per saham sekitar Rp222,9.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


