Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Doa Perlindungan untuk Nusantara Digelar di Balikpapan

Doa bersama memohon perlindungan dari bencana dipanjatkan dalam pembukaan Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 di Balikpapan, menekankan pentingnya keselamatan rakyat dan keberlanjutan lingkungan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Doa Perlindungan untuk Nusantara Digelar di Balikpapan
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan apresiasi bagi pemerintah daerah berprestasi yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, dibuka dengan suasana khusyuk melalui doa bersama yang menggambarkan harapan mendalam terhadap perlindungan dari bencana alam. Doa tersebut dibacakan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Balikpapan, Masrivani, dalam upacara pembukaan pada malam hari, Kamis (9/2), di tengah keramaian peserta dari berbagai daerah. Ia memohon agar Tuhan Yang Maha Esa menjaga seluruh wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan, dari ancaman kebakaran hutan, gempa bumi, dan bencana lainnya yang berkepanjangan.

Dalam pembacaan doanya, Masrivani menekankan perlunya menjaga keutuhan alam sebagai sumber keberkahan, bukan ancaman. Ia memohon agar tanah, sungai, dan hutan tetap menjadi tempat yang memberi kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Permohonan ini juga mencakup harapan agar masyarakat terhindar dari banjir, kebakaran, dan gempa, serta dilimpahkan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan sehari-hari. Doa tersebut diakhiri dengan permohonan untuk menyatukan hati seluruh warga dalam upaya menjaga bumi nusantara secara kolektif dan penuh tanggung jawab.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini menyoroti pencapaian nyata pemerintah daerah dalam pelayanan publik. Sebanyak 32 wilayah akan menerima penghargaan dalam berbagai kategori, termasuk pengelolaan lingkungan dan sampah, akses layanan kesehatan, serta kualitas pendidikan. Penilaian dilakukan berdasarkan data dan realisasi program yang terukur, bukan sekadar dokumen administrasi.

Rektor IPDN, Halilul Khairi, menegaskan bahwa pemberian penghargaan bukan akhir dari perjalanan, melainkan momentum untuk terus meningkatkan kinerja. Ia menekankan bahwa pengakuan ini harus menjadi pemicu bagi daerah penerima untuk tidak berhenti berinovasi, tetapi justru menjadi contoh bagi yang lain. Hadir dalam acara tersebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang menegaskan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras dan komitmen pemerintah daerah dalam melayani rakyat dengan optimal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya