DPR Setujui Anggaran BPS 2027, 77,18% untuk Daerah
Komisi X DPR RI menyetujui anggaran BPS 2027 sebesar Rp6,48 triliun, dengan mayoritas diperuntukkan bagi kantor BPS kabupaten/kota.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Komisi X DPR RI secara resmi menyetujui pagu anggaran Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp6,48 triliun setelah melalui proses pembahasan intensif selama lima tahap. Alokasi anggaran ini mencerminkan perhatian terhadap penguatan sistem statistik di tingkat daerah, dengan sebesar 77,18 persen atau sekitar Rp4,999 triliun dialokasikan untuk BPS kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sementara itu, BPS provinsi mendapatkan 11,09 persen (Rp718,45 miliar), dan satuan kerja pusat mendapat 11,73 persen (Rp759,58 miliar), sesuai dengan struktur organisasi yang terdiri dari 502 kantor daerah, 34 kantor provinsi, dan 3 satker pusat.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BPS pada 2 September, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menekankan pentingnya peningkatan akurasi data yang menjadi dasar kebijakan publik. Ia menyoroti perlunya evaluasi objektif, terukur, dan menyeluruh atas capaian program serta efektivitas penggunaan anggaran di periode sebelumnya. Ia juga menekankan perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia, baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk kompetensi teknis, serta pemanfaatan teknologi dan metodologi statistik yang mutakhir untuk mendukung kualitas data nasional.
Dari total anggaran, sebesar Rp2,82 triliun (43,51 persen) dialokasikan untuk Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS), yang mencakup kegiatan rutin, periodik, dan inovasi baru. Sementara itu, Rp3,66 triliun (56,49 persen) digunakan untuk Program Dukungan Manajemen (Dukman), mencakup gaji, operasional kantor, dan belanja non operasional. Belanja operasional mencapai Rp3,57 triliun, terutama untuk kebutuhan pegawai dan operasional harian, sedangkan belanja non operasional sebesar Rp2,91 triliun digunakan untuk survei pendukung prioritas nasional dan program strategis lainnya.
Beberapa kegiatan strategis yang menjadi fokus BPS mencakup pemanfaatan big data dalam statistik resmi, pembinaan statistik sektoral, penyusunan data inflasi, pembinaan desa cinta statistik, serta penyediaan data pendukung Visi Indonesia Emas dan 45 indikator utama pembangunan. Selain itu, BPS juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,473 triliun untuk menutup defisit yang diperkirakan terjadi. Usulan ini terutama untuk menutup kekurangan anggaran PPIS sebesar Rp926,30 miliar dan Dukman sebesar Rp546,87 miliar, termasuk pendanaan Survei Ekonomi Terintegrasi dan pembangunan serta revitalisasi gedung kantor, termasuk pemulihan pasca-bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Flores Nusa Tenggara Timur.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


