DPR Setujui Pagu Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp49,8 Triliun
Komisi XI DPR RI menyetujui pagu indikatif anggaran Kementerian Keuangan untuk tahun 2027 senilai Rp49,8 triliun dengan rincian berbagai program dan fungsi utama.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia secara resmi menyetujui pagu anggaran indikatif Kementerian Keuangan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2027. Keputusan ini diambil setelah rapat kerja dengan pemerintah dan disampaikan langsung oleh Ketua Komisi XI, Mukhamad Misbakhun, di kompleks gedung DPR RI pada Senin, 7 September 2026. Nilai yang disetujui mencapai Rp49.801.124.984.000, mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas fiskal dan konsistensi kebijakan ekonomi jangka panjang.
Anggaran tersebut dibagi berdasarkan fungsi utama pemerintah, dengan alokasi terbesar diberikan untuk Program Dukungan Manajemen sebesar Rp45,81 triliun. Sementara itu, Program Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara, dan Risiko mendapatkan anggaran Rp267,58 miliar, dan Program Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan, dan Ekonomi dialokasikan Rp78,86 miliar. Penyusunan anggaran ini juga memperhatikan alokasi fungsional, termasuk sektor pendidikan yang mendapat dukungan melalui program Dukungan Manajemen senilai Rp3,99 triliun.
Dalam struktur organisasi, sejumlah eselon I dan Badan Layanan Umum (BLU) mendapatkan alokasi spesifik. Sekretaris Jenderal bersama Badan Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi penerima terbesar dengan anggaran Rp32,03 triliun. Direktorat Jenderal Pajak mendapatkan Rp6,27 triliun, disusul Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebesar Rp4,09 triliun. Sementara itu, Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara masing-masing mendapat Rp4,26 triliun dan Rp945,39 miliar.
Alokasi juga mencakup fungsi pendukung seperti Inspektorat Jenderal dengan anggaran Rp36,3 miliar, serta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dan Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko yang masing-masing mendapat Rp46,65 miliar dan Rp93,2 miliar. BPPK dan PKN STAN serta Badan Pengembangan Ilmu dan Teknologi Indonesia (BATII) juga mendapatkan alokasi masing-masing sebesar Rp342,66 miliar dan Rp1,36 triliun. Seluruh rincian ini menjadi dasar pelaksanaan kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara tahun 2027.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


