Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Awak Tewas dalam Kebakaran Kapal di Perairan Kabaena

Kebakaran kapal pengangkut bahan kimia di Kabaena menewaskan dua awak, sementara 11 lainnya selamat dan dirawat di rumah sakit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 10.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Dua Awak Tewas dalam Kebakaran Kapal di Perairan Kabaena
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kapal LCT Legenda Nusantara 699 yang beroperasi dari Jakarta menuju Morowali mengalami kebakaran hebat di perairan Kabaena, Selat Tiworo, pada Selasa (1/9/2026). Insiden ini menimbulkan korban jiwa, dengan dua awak kapal dinyatakan meninggal dunia setelah proses evakuasi selesai. Dua korban yang gugur adalah Mualim II dan Juru Minyak III, yang diduga tewas akibat paparan asap dan cedera akibat kebakaran.

Dari total 13 awak yang berada di kapal saat kejadian, seluruhnya berhasil dievakuasi ke darat oleh tim gabungan yang melibatkan Kantor UPP Kelas II Raha, Polres Muna, Pol Air Raha, dan Basarnas Kendari. Empat dari mereka kini menjalani perawatan intensif di RSUD Baharuddin, Muna, sementara tujuh lainnya dalam kondisi stabil dan telah dinyatakan selamat. Penanganan medis dilakukan secara cepat dan terkoordinasi untuk memastikan setiap korban mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari pergeseran muatan akibat gelombang besar dari samping, yang menyebabkan tangki IBC berisi bahan kimia mengalami kebocoran. Cairan yang bocor kemudian bersentuhan dengan bagian kapal berbahan plat besi dan struktur logam lainnya, memicu pembentukan asap pekat dan ledakan api. Kebakaran menyebar cepat hingga kapal akhirnya tenggelam, sementara sebagian muatan bahan kimia ikut tumpah ke perairan.

Kini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama instansi terkait tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk menentukan penyebab pasti kematian kedua awak dan menilai kerusakan lingkungan laut akibat tumpahan bahan kimia. Proses pemantauan lingkungan dilakukan secara intensif untuk mencegah dampak ekologis lebih luas. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi spekulatif hingga hasil investigasi resmi dirilis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya