Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Bandung, Pemerintah Daerah Tangani Kasus

Sejumlah pelanggan restoran 88 Seoul Bandung melaporkan gejala keracunan setelah makan pada 3 Oktober, memicu penutupan sementara dan penanganan bersama oleh dinas kesehatan dan Balai POM lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Dugaan Keracunan Makanan di 88 Seoul Bandung, Pemerintah Daerah Tangani Kasus📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah pengunjung restoran 88 Seoul di 23 Paskal Bandung melaporkan munculnya gejala gangguan kesehatan seperti diare, mual, muntah, demam, dan menggigil setelah menyantap makanan pada 3 Oktober 2026. Laporan tersebut kemudian tersebar luas di media sosial, memicu kekhawatiran publik dan munculnya angka klaim yang menyebut hingga 284 orang terdampak. Namun, angka ini belum diverifikasi secara resmi oleh otoritas kesehatan.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penanganan kasus keracunan lokal menjadi kewenangan pihak daerah. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, investigasi dan penanganan kasus dilakukan secara kolaboratif oleh puskesmas, dinas kesehatan setempat, dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM). Proses ini mencakup pengumpulan data, pemeriksaan sampel makanan, serta evaluasi prosedur keamanan pangan di lokasi.

Beberapa pelanggan membagikan pengalaman pribadi melalui platform digital. Salah satunya, pengguna @nittachandra, yang mengaku mengalami diare hingga 15 kali dan demam tinggi setelah makan di restoran tersebut. Ia menjalani pemeriksaan medis dan dinyatakan mengalami keracunan makanan. Sementara itu, akun @nikearh melaporkan bahwa suami dan salah satu anaknya mengalami gejala serupa setelah makan bersama keluarga pada hari yang sama.

Sebagai respons, manajemen 88 Seoul 23 Paskal Bandung mengumumkan penutupan sementara operasional pada 7–8 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sanitasi menyeluruh, melakukan evaluasi standar operasional, serta memperbaiki sistem kontrol kualitas makanan. Pihak restoran menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang mengalami ketidaknyamanan dan menegaskan komitmen terhadap keamanan serta kenyamanan pengunjung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya