Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Edukasi Tumbuh Kembang dan Ekonomi Mangrove Perkuat Kader Posyandu

Kegiatan praktik langsung di Gresik melatih kader posyandu dalam stimulasi tumbuh kembang anak dan pemanfaatan mangrove untuk produk ekonomi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Edukasi Tumbuh Kembang dan Ekonomi Mangrove Perkuat Kader Posyandu
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Universitas Hang Tuah menggelar pelatihan terpadu bagi kader posyandu di Pangkahkulon, Gresik, dengan fokus pada penguatan kapasitas melalui pendekatan praktis. Kegiatan ini dilakukan sebagai implementasi program inovasi modul SDIDTK-CISIU yang dirancang untuk mempercepat pencegahan stunting melalui pendampingan keluarga berisiko. Pendekatan terintegrasi antara edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi menjadi ciri khas dari pelatihan yang berlangsung secara langsung di lapangan.

Dalam sesi praktik, kader dilibatkan dalam simulasi stimulasi tumbuh kembang anak di area playground, yang dipandu oleh dr. Ronald Pratama Adiwinoto. Melalui pendekatan langsung, kader memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi tanda-tanda perkembangan anak dan menerapkan intervensi dini. Kegiatan ini bertujuan agar kader mampu menjadi pelatih dan pendamping yang efektif bagi keluarga, khususnya yang memiliki anak berisiko stunting.

Di sisi lain, program juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal berupa mangrove. Kader diajak membuat produk inovatif seperti Lilin Kedelai Berbahan Mangrove dan Sabun Herbal Mangrove, yang dipandu oleh apt. Ersanda Nurma Praditapusp dan apt. Yuli Ainun Najih. Selain itu, mereka juga diperkenalkan pada produk baru bernama Mangrove Forti Sprinkle, yang dirancang sebagai solusi penguatan gizi berbasis sumber daya alam lokal.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para kader, yang menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan. Dengan menggabungkan aspek kesehatan dan ekonomi, diharapkan kader tidak hanya menjadi agen perubahan dalam bidang kesehatan anak, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi mikro berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.

Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan kemandirian komunitas melalui penguatan peran kader posyandu sebagai pelopor pencegahan stunting dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat, diharapkan dampak positif akan dirasakan secara luas di tingkat keluarga dan desa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya