Edukasi Tumbuh Kembang dan Ekonomi Mangrove Perkuat Kader Posyandu
Kegiatan praktik langsung di Gresik melatih kader posyandu dalam stimulasi tumbuh kembang anak dan pemanfaatan mangrove untuk produk ekonomi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Universitas Hang Tuah menggelar pelatihan terpadu bagi kader posyandu di Pangkahkulon, Gresik, dengan fokus pada penguatan kapasitas melalui pendekatan praktis. Kegiatan ini dilakukan sebagai implementasi program inovasi modul SDIDTK-CISIU yang dirancang untuk mempercepat pencegahan stunting melalui pendampingan keluarga berisiko. Pendekatan terintegrasi antara edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi menjadi ciri khas dari pelatihan yang berlangsung secara langsung di lapangan.
Dalam sesi praktik, kader dilibatkan dalam simulasi stimulasi tumbuh kembang anak di area playground, yang dipandu oleh dr. Ronald Pratama Adiwinoto. Melalui pendekatan langsung, kader memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi tanda-tanda perkembangan anak dan menerapkan intervensi dini. Kegiatan ini bertujuan agar kader mampu menjadi pelatih dan pendamping yang efektif bagi keluarga, khususnya yang memiliki anak berisiko stunting.
Di sisi lain, program juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal berupa mangrove. Kader diajak membuat produk inovatif seperti Lilin Kedelai Berbahan Mangrove dan Sabun Herbal Mangrove, yang dipandu oleh apt. Ersanda Nurma Praditapusp dan apt. Yuli Ainun Najih. Selain itu, mereka juga diperkenalkan pada produk baru bernama Mangrove Forti Sprinkle, yang dirancang sebagai solusi penguatan gizi berbasis sumber daya alam lokal.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para kader, yang menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan. Dengan menggabungkan aspek kesehatan dan ekonomi, diharapkan kader tidak hanya menjadi agen perubahan dalam bidang kesehatan anak, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi mikro berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.
Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan kemandirian komunitas melalui penguatan peran kader posyandu sebagai pelopor pencegahan stunting dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat, diharapkan dampak positif akan dirasakan secara luas di tingkat keluarga dan desa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


