Ekonomi Dunia Tak Bisa Diprediksi, BI Siap Navigasi Stabilitas
Deputi Gubernur BI menyatakan arah ekonomi global kini berada di tahap tak terprediksi, namun BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi ekonomi global kini berada dalam fase yang sulit diprediksi, bukan hanya dipengaruhi ketidakpastian, melainkan keadaan yang sepenuhnya tak terduga. Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam forum yang diselenggarakan di Lampung, menyusul hasil pertemuan G20 yang menunjukkan tingginya tekanan gejolak global. Ia menekankan bahwa perang yang belum berakhir di wilayah Timur Tengah terus menjadi pemicu ketegangan ekonomi dunia, mengurangi kepastian arah ekonomi global.
Menurutnya, dunia kini berada di atas batas ketidakpastian biasa, melainkan pada tahap yang lebih ekstrem—unpredictability—di mana bahkan proyeksi jangka pendek pun tidak bisa diandalkan. Ia menggunakan metafora perjalanan di Jakarta untuk menggambarkan kondisi tersebut: seperti naik bajaj tanpa tahu arah tujuan, hanya supir dan kehendak ilahi yang tahu. Dalam konteks ini, kebijakan moneter harus lebih responsif dan antisipatif terhadap perubahan yang cepat dan tak terduga.
Meski tantangan global tinggi, BI menegaskan kembali perannya sebagai otoritas moneter yang bermandat konstitusional untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, serta sistem keuangan nasional. Kebijakan yang dijalankan merupakan kombinasi dari berbagai instrumen untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Konsistensi kebijakan ini terbukti pada kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang mencapai 5,29%, melanjutkan tren positif dari kuartal I yang sebesar 5,6%.
Dengan data tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada akhir 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, sejalan dengan target inflasi yang dipertahankan di level 2,5% dengan toleransi plus minus 1%. Proyeksi ini didukung oleh kondisi makroekonomi domestik yang relatif terkendali, termasuk kinerja fiskal dan pasar keuangan yang tetap stabil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


