Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekonomi Dunia Tak Bisa Diprediksi, BI Siap Navigasi Stabilitas

Deputi Gubernur BI menyatakan arah ekonomi global kini berada di tahap tak terprediksi, namun BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ekonomi Dunia Tak Bisa Diprediksi, BI Siap Navigasi Stabilitas
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi ekonomi global kini berada dalam fase yang sulit diprediksi, bukan hanya dipengaruhi ketidakpastian, melainkan keadaan yang sepenuhnya tak terduga. Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam forum yang diselenggarakan di Lampung, menyusul hasil pertemuan G20 yang menunjukkan tingginya tekanan gejolak global. Ia menekankan bahwa perang yang belum berakhir di wilayah Timur Tengah terus menjadi pemicu ketegangan ekonomi dunia, mengurangi kepastian arah ekonomi global.

Menurutnya, dunia kini berada di atas batas ketidakpastian biasa, melainkan pada tahap yang lebih ekstrem—unpredictability—di mana bahkan proyeksi jangka pendek pun tidak bisa diandalkan. Ia menggunakan metafora perjalanan di Jakarta untuk menggambarkan kondisi tersebut: seperti naik bajaj tanpa tahu arah tujuan, hanya supir dan kehendak ilahi yang tahu. Dalam konteks ini, kebijakan moneter harus lebih responsif dan antisipatif terhadap perubahan yang cepat dan tak terduga.

Meski tantangan global tinggi, BI menegaskan kembali perannya sebagai otoritas moneter yang bermandat konstitusional untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, serta sistem keuangan nasional. Kebijakan yang dijalankan merupakan kombinasi dari berbagai instrumen untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Konsistensi kebijakan ini terbukti pada kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang mencapai 5,29%, melanjutkan tren positif dari kuartal I yang sebesar 5,6%.

Dengan data tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada akhir 2026 berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, sejalan dengan target inflasi yang dipertahankan di level 2,5% dengan toleransi plus minus 1%. Proyeksi ini didukung oleh kondisi makroekonomi domestik yang relatif terkendali, termasuk kinerja fiskal dan pasar keuangan yang tetap stabil.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya