Eks PM Israel Khawatir Citra Negara Terpuruk di AS
Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengungkap kekhawatiran atas penurunan citra negaranya di kalangan generasi muda AS, yang kini mengaitkan Israel dengan istilah genosida.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 08.54 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Naftali Bennett, mantan kepala pemerintahan Israel, menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap pergeseran persepsi publik di Amerika Serikat terhadap negaranya. Ia menegaskan bahwa untuk pertama kalinya sejak berdirinya negara Israel, citra negara itu mulai terganggu secara signifikan di kalangan masyarakat AS, khususnya kalangan muda. Menurutnya, isu genosida kini menjadi asosiasi utama yang muncul ketika seseorang ditanya tentang Israel.
Bennett menekankan bahwa perubahan ini tidak hanya terjadi secara spontan, tetapi dipengaruhi oleh dinamika politik dan kebijakan luar negeri jangka panjang. Ia menyebut bahwa pengaruh Qatar di AS selama dua dekade terakhir turut berkontribusi terhadap pergeseran opini tersebut. Ia menilai bahwa kebijakan yang memungkinkan Qatar membangun pengaruh luas telah membuka ruang bagi narasi yang menyerang citra Israel.
Ia menegaskan bahwa kaitan antara Israel dan genosida merupakan klaim yang tidak akurat dan tidak adil, terlebih ketika dikaitkan dengan tindakan membunuh anak-anak. Ia mencontohkan bagaimana negara lain seperti Italia tetap dikaitkan dengan budaya kuliner seperti pasta, bukan dengan konflik. Menurutnya, citra negara harus didasarkan pada realitas, bukan narasi yang dipolitisasi.
Situasi ini muncul di tengah kontroversi global atas operasi militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Meski telah terjadi gencatan senjata, pelanggaran terus terjadi, dengan lebih dari 1.300 warga Palestina tewas sejak kesepakatan berlaku. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 73.000 korban jiwa sejak awal agresi. Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menjadi target penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

