El Nino Ancam Produksi Sawit, Stok CPO 2026 Masih Aman
Produksi CPO Indonesia diproyeksikan menurun pada 2027 akibat El Nino, namun stok akhir tahun masih aman di kisaran 2,5–2,9 juta ton.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dampak El Nino mulai dirasakan pada sektor kelapa sawit nasional, dengan potensi penurunan produksi yang diperkirakan makin tajam pada tahun 2027. Meski demikian, perhitungan terkini dari Ketua Umum Gapki menunjukkan stok crude palm oil (CPO) pada akhir 2026 diperkirakan tetap berada dalam level aman, mencapai rentang 2,5 hingga 2,9 juta ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi stok tahun 2025, menunjukkan bahwa ketersediaan minyak sawit dalam negeri belum mengalami krisis.
Beberapa wilayah sentra produksi seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Kalimantan Utara masih mengalami curah hujan, yang berdampak pada produktivitas tanaman sawit. Dengan kondisi tersebut, Eddy Martono memperkirakan penurunan produksi tahun 2027 mencapai sekitar 3 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, penerapan program biodiesel B50 pada tahun 2026 tidak mengalami hambatan, karena produksi CPO saat ini masih mencukupi kebutuhan domestik.
Proyeksi dari PASPI menunjukkan penurunan bertahap produksi CPO nasional, dari 51,6 juta ton di 2025 menjadi 49,2 juta ton di 2026, lalu turun lebih lanjut menjadi 47,6 juta ton pada 2027. Dampak El Nino yang mulai terasa sejak kuartal IV-2026 diperkirakan berlanjut hingga awal 2027. Penurunan produksi juga terjadi di Malaysia, yang diproyeksikan turun dari 20,2 juta ton menjadi 19,5 juta ton. Secara global, produksi CPO diperkirakan menurun dari 85,4 juta ton menjadi 83,6 juta ton pada 2027.
Konsumsi dalam negeri CPO diproyeksikan meningkat pesat, terutama karena penerapan B50. Pada 2026, kebutuhan untuk biodiesel mencapai sekitar 14 juta ton, ditambah 10,2 juta ton untuk pangan dan 2,2 juta ton untuk oleokimia. Total konsumsi domestik diperkirakan mencapai 26–27 juta ton. Jika B50 diterapkan secara penuh pada 2027, kebutuhan biodiesel naik menjadi sekitar 18 juta ton, sehingga ekspor CPO akan terbatas. Hal ini berpotensi menciptakan surplus permintaan global, dengan harga CPO dunia diperkirakan mencapai US$1.650–1.720 per ton.
Pemerintah dihadapkan pada dilema kebijakan: di satu sisi, kenaikan harga CPO dunia membuka peluang ekspor dan devisa; di sisi lain, ketersediaan minyak goreng rakyat seperti MinyaKita dan pasokan biodiesel mandatori harus terjamin. Kenaikan harga CPO juga berpotensi memperbesar beban subsidi atau insentif biodiesel, karena harga pembelian biodiesel domestik oleh Pertamina ditentukan berdasarkan harga CPO domestik yang ikut naik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

