Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Elnusa Catat Laba Bersih Rp435 Miliar di Semester I 2026

Emiten Pertamina, Elnusa, berhasil naikkan laba bersih 29% menjadi Rp435 miliar pada semester pertama 2026, didorong pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Elnusa Catat Laba Bersih Rp435 Miliar di Semester I 2026
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan subholding upstream Pertamina, PT Elnusa Tbk (ELSA), membukukan laba bersih sebesar Rp435 miliar pada semester pertama tahun 2026, tumbuh 29,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 8,9% menjadi Rp7,58 triliun, dengan margin laba bersih mencapai 5,73%, menunjukkan peningkatan kualitas profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

Kinerja operasional juga menunjukkan kekuatan signifikan, dengan EBITDA mencapai Rp862 miliar, naik 16,2% dari periode sebelumnya. Arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp761 miliar, meningkat 16%, sementara posisi kas perusahaan berada di level Rp2,88 triliun, menggambarkan kesehatan likuiditas yang solid.

Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar hasil ekspansi volume, melainkan hasil dari fokus pada efisiensi dan kualitas pertumbuhan. Ia menekankan bahwa Elnusa terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dan peningkat efisiensi melalui integrasi layanan dari hulu hingga distribusi energi, termasuk ekosistem pendukung seperti logistik dan teknologi.

Portofolio kontrak yang kuat menjadi fondasi utama kinerja, dengan nilai carry forward contracts mencapai Rp18,8 triliun hingga akhir semester I 2026. Rinciannya terdiri atas Rp9,5 triliun dari jasa hulu migas terintegrasi, Rp2,3 triliun untuk layanan penunjang migas, dan Rp7 triliun dari penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi. Kontrak-kontrak ini memberikan visibilitas jangka panjang dan memastikan realisasi pendapatan sesuai jadwal dan eksekusi.

Pengembangan kapabilitas teknologi seperti Stryde untuk akuisisi seismik, Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), layanan geospasial Pertapixel, serta sistem Road Traffic Control (RTC) menjadi bagian dari strategi transformasi. Sebanyak 22% pendapatan semester ini berasal dari pelanggan pihak ketiga, menunjukkan diversifikasi bisnis di luar ekosistem Pertamina. Integrasi layanan dari geoscience hingga fabrikasi dan manajemen data memungkinkan Elnusa menawarkan solusi terpadu melalui cross-bundling.

Investasi yang dilakukan dilakukan secara selektif, fokus pada peningkatan kapabilitas upstream, peralatan seperti Coiled Tubing Unit dan Cementing Unit, armada distribusi, serta infrastruktur seperti Fuel Terminal Palaran dan Terminal LPG Kolaka. Pendekatan ini menegaskan komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan tanpa mengorbankan kinerja operasional.

Dalam transformasi industri energi, Elnusa menjaga standar tinggi di bidang HSSE dan tata kelola perusahaan. TRIR sebesar 0,09 berada jauh di bawah rata-rata industri IOGP Contractors (0,80), sementara skor ACGS mencapai 96,66 dengan predikat "Very Good". Sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan publik 48,9%, Elnusa berkomitmen pada transparansi, prudensi, dan keberlanjutan, dengan visi memperkuat operasional excellence, sinergi internal, serta inovasi teknologi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya