Erupsi Anak Krakatau Picu Pembatalan Ratusan Penerbangan
Sebanyak 142 penerbangan Lion Group dibatalkan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta serta Halim Perdanakusuma akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengancam keselamatan penerbangan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 07.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui otoritas penerbangan telah mengambil kebijakan penutupan sementara jalur udara di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau menyusul erupsi yang menghasilkan abu vulkanik. Sebagai respons, manajemen Lion Group secara resmi membatalkan total 142 penerbangan—termasuk 62 penerbangan Batik Air dan 80 penerbangan Lion Air—yang berangkat dari maupun menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) serta Bandara Halim Perdanakusuma (HLP). Keputusan ini diambil demi memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat, mengingat abu vulkanik berpotensi merusak mesin dan mengganggu visibilitas penerbangan.
Pembatalan tidak hanya berdasarkan kondisi di bandara, tetapi juga menilai dinamika sebaran abu di ruang udara yang dapat berubah secara tiba-tiba akibat pergerakan angin. Wilayah udara yang dilintasi pesawat dianggap tidak aman untuk penerbangan, sehingga pembatalan diberlakukan secara menyeluruh untuk semua rute yang melintasi zona berisiko. Tidak ada pengecualian, meskipun beberapa rute tidak langsung melewati area erupsi, karena potensi abu dapat terbawa jauh oleh arus angin.
Maskapai menegaskan bahwa kondisi ini termasuk force majeure, yakni keadaan di luar kendali operasional. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap penumpang, Lion Group menyediakan dua opsi bagi pelanggan yang terdampak: perubahan jadwal penerbangan atau pengembalian dana sesuai kebijakan yang berlaku. Seluruh proses dilakukan tanpa biaya tambahan dan diproses secara cepat melalui sistem internal.
Dalam waktu depan, Lion Group akan terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, dan lembaga vulkanologi untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala. Keputusan kembali membuka rute penerbangan akan diputuskan berdasarkan hasil pemantauan yang akurat dan rekomendasi dari pihak berwenang. Prioritas utama tetap pada keselamatan penerbangan, tanpa kompromi terhadap risiko yang mungkin muncul dari aktivitas vulkanik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


