Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Erupsi Anak Krakatau Picu Pembatalan Ratusan Penerbangan

Sebanyak 142 penerbangan Lion Group dibatalkan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta serta Halim Perdanakusuma akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengancam keselamatan penerbangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 07.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Erupsi Anak Krakatau Picu Pembatalan Ratusan Penerbangan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui otoritas penerbangan telah mengambil kebijakan penutupan sementara jalur udara di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau menyusul erupsi yang menghasilkan abu vulkanik. Sebagai respons, manajemen Lion Group secara resmi membatalkan total 142 penerbangan—termasuk 62 penerbangan Batik Air dan 80 penerbangan Lion Air—yang berangkat dari maupun menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) serta Bandara Halim Perdanakusuma (HLP). Keputusan ini diambil demi memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat, mengingat abu vulkanik berpotensi merusak mesin dan mengganggu visibilitas penerbangan.

Pembatalan tidak hanya berdasarkan kondisi di bandara, tetapi juga menilai dinamika sebaran abu di ruang udara yang dapat berubah secara tiba-tiba akibat pergerakan angin. Wilayah udara yang dilintasi pesawat dianggap tidak aman untuk penerbangan, sehingga pembatalan diberlakukan secara menyeluruh untuk semua rute yang melintasi zona berisiko. Tidak ada pengecualian, meskipun beberapa rute tidak langsung melewati area erupsi, karena potensi abu dapat terbawa jauh oleh arus angin.

Maskapai menegaskan bahwa kondisi ini termasuk force majeure, yakni keadaan di luar kendali operasional. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap penumpang, Lion Group menyediakan dua opsi bagi pelanggan yang terdampak: perubahan jadwal penerbangan atau pengembalian dana sesuai kebijakan yang berlaku. Seluruh proses dilakukan tanpa biaya tambahan dan diproses secara cepat melalui sistem internal.

Dalam waktu depan, Lion Group akan terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, dan lembaga vulkanologi untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala. Keputusan kembali membuka rute penerbangan akan diputuskan berdasarkan hasil pemantauan yang akurat dan rekomendasi dari pihak berwenang. Prioritas utama tetap pada keselamatan penerbangan, tanpa kompromi terhadap risiko yang mungkin muncul dari aktivitas vulkanik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya