ESDM Percepat Pencapaian EBT 30 Persen di 2034
Pemerintah menargetkan bauran energi terbarukan mencapai 30 persen pada 2034, dengan capaian terkini 18,3 persen di triwulan terakhir.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 12.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menegaskan komitmen strategis dalam mendorong peningkatan porsi energi baru dan terbarukan (EBT) di struktur energi nasional. Target jangka panjang hingga tahun 2034 adalah mencapai bauran EBT sebesar 30 persen, yang menjadi bagian dari kebijakan strategis nasional. Upaya ini didukung dengan pemantauan berkala terhadap perkembangan energi mix, di mana capaian terakhir pada triwulan terakhir mencapai 18,3 persen, sedangkan semester ini berada di angka 17,3 persen.
Dalam paparannya di acara EBTKE ConEx 2026, Direktur Jenderal EBTKE menyoroti pentingnya konsistensi dalam pencapaian target, dengan harapan bisa mencapai 21 persen sebagai ambang batas optimal dalam kebijakan strategis nasional. Peningkatan kapasitas terpasang EBT yang terus berlangsung menjadi indikator positif, dari 12 GW pada 2021 hingga mencapai 16,32 GW pada saat ini, menunjukkan adanya peningkatan investasi meskipun masih tergolong melandai.
Komposisi sumbangan EBT berasal dari berbagai sektor. Di sektor listrik, bioenergi menjadi penyumbang terbesar dengan 4,19 persen, disusul tenaga air (2,69 persen), panas bumi (1,84 persen), tenaga surya (0,51 persen), dan tenaga angin (0,06 persen). Sementara di sektor nonlistrik, biodiesel (FAME) menyumbang 5,01 persen dan biomassa 2,82 persen, menunjukkan peran penting EBT dalam transportasi dan industri.
Untuk mendorong percepatan transformasi energi, pemerintah tengah mempercepat pelaksanaan program dan menyederhanakan regulasi guna menciptakan ekosistem investasi yang lebih kondusif. Fokus utama kini difokuskan pada pengembangan energi surya, sebagai salah satu pilar utama dalam mencapai target nasional. Upaya ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor dan mempercepat transisi energi yang berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Kalimantan Tengah melonjak tiga kali lipat akibat paparan asap karhutla, memicu aksi percepatan distribusi alat bantu napas dari Kemenkes.
25 Oktober 2026

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Pemerintah Klaten gencar sosialisasi Wajar 13 Tahun dengan perluasan layanan PAUD untuk capai cakupan 35.000 anak pada 2026.
25 Oktober 2026

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Gubernur DKI Jakarta menyatakan modifikasi cuaca berhasil menurunkan tingkat polusi selama dua hari saat gelaran Jakarta Running Festival dan konser Kanye West berlangsung.
25 Oktober 2026

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra menegaskan Presiden tidak berwenang memberhentikan Wakil Presiden secara sepihak, sekalipun terkait polemik ijazah yang diputuskan Mahkamah Konstitusi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

