Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ETF Emas Jadi Pelindung Portofolio Dana Pensiun

OJK dorong dana pensiun manfaatkan ETF Emas sebagai alat mitigasi risiko fluktuasi saham melalui korelasi invers yang terbukti.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
ETF Emas Jadi Pelindung Portofolio Dana Pensiun
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan potensi ETF Emas sebagai instrumen pelindung dalam portofolio investasi, khususnya bagi dana pensiun yang menghadapi volatilitas pasar saham. Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Iwan Pasila menyampaikan bahwa emas sering bergerak secara counter-cyclical terhadap saham—ketika pasar saham melemah, harga emas cenderung naik, sehingga mampu menyeimbangkan dampak kerugian.

Instrumen ini, kata Iwan, memiliki ekosistem pengawasan yang ketat, mulai dari penyimpanan emas fisik, penentuan harga, hingga mekanisme perdagangan di pasar sekunder. Keberadaan emas fisik sebagai aset dasar dijamin melalui sistem rekonsiliasi rutin, memastikan tidak ada klaim yang bersifat fiktif. Hal ini menjadi fondasi utama kepercayaan publik terhadap ETF Emas sebagai alternatif investasi jangka panjang yang stabil.

Setiap unit ETF Emas yang diterbitkan atau dibeli secara bersih, disertai dengan emas fisik yang sesuai nilainya, dengan catatan kepemilikan yang terekam dalam Electronic Gold Receipt (EGR). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fawzi menegaskan bahwa proses rekonsiliasi dilakukan secara berkala untuk menjamin kesesuaian antara jumlah unit yang diperdagangkan dan aset fisik yang tersimpan.

Penerapan ini ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil sekaligus menjaga keseimbangan risiko dalam portofolio dana pensiun. Institusi seperti BPJS Ketenagakerjaan, Asabri, TASPEN, dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) diharapkan dapat memanfaatkan ETF Emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset yang lebih tahan terhadap gejolak pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya