Kamis, 1 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

G30SPKI Tampilkan Tragedi 1965 dalam Narasi Film

Film G30SPKI (1984) tayang malam ini di Bioskop Trans TV, menggambarkan peristiwa pembunuhan terhadap tujuh perwira tinggi TNI pada 30 September 1965 oleh kelompok yang dikaitkan dengan PKI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 1 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
G30SPKI Tampilkan Tragedi 1965 dalam Narasi Film📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Malam ini, Rabu 30 September 2026, Bioskop Trans TV menyajikan ulang film G30SPKI (1984) pada pukul 20.00 WIB. Film yang disutradarai oleh sejumlah sineas era Orde Baru ini menampilkan kisah dramatis peristiwa kelam yang terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965, ketika sekelompok tentara mengklaim sebagai kelompok Gerakan 30 September. Adegan pembuka menggambarkan kelompok yang diduga anggota PKI melakukan aksi terhadap warga sipil, termasuk saat menyerang jemaah yang sedang salat di masjid, dengan aksi kekerasan menggunakan golok dan celurit.

Film menggambarkan kronologi pembunuhan terhadap tujuh perwira tinggi TNI, termasuk Brigadir Jenderal Donald Isaac Pandjaitan yang tinggal di Jalan Hasanuddin 53, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat akan dibawa ke tempat yang tidak diketahui, Pandjaitan diminta berdoa terlebih dahulu oleh para penyerang. Karena menunda waktu, ia ditembak mati di teras rumahnya, yang disaksikan langsung oleh istri dan anaknya. Adegan ini menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam film.

Lain halnya dengan Jenderal Abdul Harris Nasution, yang berusaha melarikan diri dengan melompati tembok rumah. Namun, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, tewas akibat tembakan. Jenderal MT Haryono, Kapten Pierre Tendean, dan perwira lainnya juga diculik, disiksa, lalu dibawa ke kamp tersembunyi di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Sementara itu, Kepala Jaksa Militer Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen Siswondo Parman, dan Letnan Jenderal Soeprapto dirampas paksa dan dibawa ke tempat yang tak diketahui, menandai eskalasi kekerasan yang terjadi di tengah ketegangan politik.

Melalui narasi visual dan dialog yang kaku namun penuh intensitas, film ini berupaya menampilkan sisi gelap dari peristiwa yang mengguncang kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Dengan pembintangan Bram Adrianto, Syubah Asa, dan Ade Irawan, G30SPKI menjadi dokumentasi visual yang kerap ditayangkan kembali sebagai bagian dari upaya pelestarian ingatan kolektif. Penonton diundang menyaksikan film ini sebagai bagian dari refleksi sejarah, sebelum dilanjutkan dengan tayangan film See For Me pukul 22.00 WIB.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya