Gangguan Bandara Soetta Sebabkan Tunda Perdagangan Rp 2,9 Triliun
Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penundaan perdagangan internasional senilai Rp 2,9 triliun dalam 48 jam.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak signifikan terhadap arus perdagangan nasional, khususnya komoditas bernilai tinggi yang membutuhkan waktu pengiriman tepat. Dalam periode delapan jam, nilai barang ekspor dan impor yang tertunda diperkirakan mencapai US$ 28 juta, termasuk sekitar 160 ton kargo impor. Data menunjukkan bahwa pada 2025, volume perdagangan melalui bandara tersebut mencapai US$ 30,67 miliar per tahun, dengan rata-rata transaksi harian mencapai US$ 84,03 juta.
Jika gangguan berlangsung hingga 48 jam, kerugian potensial meningkat drastis menjadi sekitar US$ 168 juta, setara dengan Rp 2,96 triliun (kurs Rp 17.630 per dolar AS). Komponen impor yang terdampak mencapai US$ 113,83 juta, sedangkan ekspor terhambat sebesar US$ 54,23 juta, dengan total kargo yang tertunda mencapai sekitar 960 ton. Perhitungan ini hanya mencakup perdagangan internasional melalui jalur udara di Soetta, belum termasuk distribusi domestik dan kerugian langsung akibat pembatalan penerbangan atau kerusakan barang.
Dalam respons terhadap kejadian tersebut, diperlukan koordinasi cepat antara pengelola bandara, maskapai, agen kargo, Bea dan Cukai, serta instansi terkait. Solusi jangka pendek mencakup pemantauan real-time abu vulkanik, penjadwalan ulang penerbangan, percepatan dokumen, serta pengalihan kargo ke bandara alternatif. Barang yang rentan rusak, farmasi, komponen produksi kritis, elektronik bernilai tinggi, dan kiriman ekspres harus menjadi prioritas penanganan.
Untuk memitigasi risiko di masa depan, perusahaan perlu menyusun rencana kontinuitas bisnis berdasarkan skenario gangguan berbagai durasi. Ini mencakup penentuan bandara dan moda transportasi alternatif, serta kontrak cadangan dengan penyedia layanan logistik. Importir harus menyesuaikan persediaan bahan baku kritis, sementara eksportir perlu memiliki gudang dan fasilitas pendingin cadangan. Pemerintah diminta menyusun protokol logistik kebencanaan lintas sektor agar dampak dari gangguan penerbangan tidak meluas ke rantai pasok dan produksi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


