Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Generasi 40 Tahun ke Atas Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Kelompok usia di atas 40 tahun kini menjadi segmen konsumen strategis dengan daya beli tinggi dan adopsi digital yang kuat, menawarkan peluang besar bagi pelaku usaha.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Generasi 40 Tahun ke Atas Jadi Penggerak Ekonomi Baru
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kini, kelompok masyarakat berusia di atas 40 tahun muncul sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Studi terbaru yang dipublikasikan oleh Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN) menunjukkan bahwa generasi paruh baya—disebut sebagai Prime Generation—tak lagi hanya mapan secara finansial, tetapi juga aktif dalam ekosistem digital. Perubahan perilaku ini membuka ruang bagi sektor bisnis untuk menyesuaikan strategi pemasaran, menjauh dari dominasi konsumen muda yang selama ini menjadi fokus utama.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa populasi berusia di atas 40 tahun menyumbang 38,2% dari total penduduk Indonesia, dengan kelompok usia 55–59 tahun mencatatkan rata-rata pendapatan tertinggi. Di sisi lain, penetrasi internet di kalangan Generasi X mencapai 79,48% menurut data APJII, membantah anggapan bahwa mereka kurang memahami teknologi atau menurun dalam aktivitas konsumsi.

Menurut Group CEO Hakuhodo International Indonesia, Devi Attamimi, kini saatnya para pelaku usaha merevaluasi pendekatan tradisional yang terlalu fokus pada segmen muda. Ia menekankan bahwa potensi konsumen paruh baya yang telah terbukti memiliki daya beli tinggi dan fleksibilitas digital harus menjadi prioritas strategis. “Pasar tidak lagi hanya milik generasi muda. Generasi 40 tahun ke atas kini menjadi pusat perhatian baru karena kontribusi nyata mereka terhadap ekonomi,” ujarnya.

Fakta-fakta ini menggambarkan pergeseran signifikan dalam dinamika konsumsi Indonesia. Tidak lagi dianggap sebagai kelompok yang stagnan atau tertinggal dalam transformasi digital, generasi paruh baya kini menunjukkan kapasitas besar sebagai penggerak pasar. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan tepat oleh pelaku usaha melalui inovasi produk, layanan, dan komunikasi pemasaran yang lebih inklusif dan relevan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya