Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Geo Dipa Siap Jadi Pilar Fiskal Ekonomi Hijau

Perusahaan energi panas bumi milik negara siap menjadi instrumen fiskal untuk mendukung ekonomi hijau, didukung kapasitas pembangkit hingga hampir 400 MW dan fondasi keuangan kuat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Geo Dipa Siap Jadi Pilar Fiskal Ekonomi Hijau📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Geo Dipa Energi (Persero) menegaskan kesiapan untuk memperluas peran sebagai Special Mission Vehicle (SMV) pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi hijau di Indonesia. Direktur Utama Yudistian Yunis menyatakan bahwa perseroan telah memiliki fondasi teknis, finansial, dan operasional yang matang untuk menjalankan tugas tersebut, termasuk sebagai alat fiskal dalam program pengembangan berkelanjutan.

Hingga saat ini, Geo Dipa mengoperasikan pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas total 120 megawatt (MW). Selain itu, perusahaan tengah membangun tambahan 110 MW dan sedang mempersiapkan pengadaan untuk proyek baru sebesar 110 MW lagi. Dengan demikian, total kapasitas yang dikelola dan dalam tahap pengembangan mendekati angka 400 MW, menunjukkan skalabilitas yang signifikan dalam sektor energi terbarukan.

Kapasitas tersebut didukung oleh pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengelolaan operasional dan pemeliharaan (O&M) pembangkit panas bumi, termasuk eksplorasi dan pengembangan sumber daya. Yudistian menekankan bahwa pengalaman ini menjadi modal penting jika Geo Dipa diberikan mandat lebih luas dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk di luar panas bumi, melalui kolaborasi dengan BUMN lain yang memiliki keahlian spesifik.

Secara finansial, Geo Dipa memiliki peringkat kredit AAA dan meraih skor ESG 63 menurut penilaian S&P Global, menempatkannya di posisi 25 besar di Asia dan 50 besar dunia untuk sektor utilitas. Dengan infrastruktur digital yang sudah tersedia, perusahaan siap menjadi bagian dari ekosistem terintegrasi yang melibatkan SMV lainnya, seperti SMI, PII, SMF, dan Indonesia Eximbank, untuk mendukung pembangunan kawasan industri hijau, pembiayaan, penjaminan, serta ekspor produk ramah lingkungan.

Yudistian menegaskan bahwa model ekosistem ini dapat diinisiasi oleh Kementerian Keuangan sebagai langkah awal, dengan harapan dapat berkembang secara mandiri seiring dengan terbentuknya regulasi yang memadai. Dengan demikian, Geo Dipa tidak hanya menjadi penyedia energi bersih, tetapi juga pendorong utama terwujudnya ekonomi hijau yang berkelanjutan dan inklusif di tingkat nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya