Greenpeace Aksi di Bundaran HI, Pemerintah Respons Kebijakan Iklim dan Harga Sembako
Aksi damai Greenpeace di Bundaran HI mengingatkan pemerintah soal krisis iklim yang memperparah biaya hidup, direspons dengan kebijakan penanganan karhutla dan stimulus pangan senilai Rp26,34 triliun.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejumlah aktivis Greenpeace menggelar aksi protes di kawasan Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia, pada Selasa pagi, dengan membentangkan spanduk raksasa dari atas Patung Selamat Datang. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan terhadap pemerintah untuk menangani krisis iklim yang kian mengancam kesejahteraan rakyat, terutama di tengah melonjaknya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi. Spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” menjadi sorotan utama, menyoroti ketidaksesuaian antara janji pemerintah dan realitas sosial ekonomi yang dialami masyarakat.
Jeanny Sirait, Juru Kampanye Keadilan Iklim dari Greenpeace Indonesia, menegaskan bahwa bencana alam ekstrem, seperti kabut asap berkepanjangan dan kekeringan, bukan sekadar fenomena lingkungan, melainkan ancaman langsung terhadap kesehatan, produktivitas, dan stabilitas ekonomi rumah tangga. Ia menyoroti bahwa pekerja di sektor informal dan rentan ekonomi paling merasakan dampaknya, dengan pendapatan menurun dan harga pangan melambung. Padahal, pemerintah periode Prabowo-Gibran sebelumnya berkomitmen menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan menstabilkan harga kebutuhan pokok.
Pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi Publik (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menyatakan menghargai aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi kebebasan berpendapat. Ia menegaskan bahwa pesan tentang krisis iklim dan beban biaya hidup telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah telah mengambil langkah konkret, termasuk peningkatan anggaran BTT sebesar Rp760 miliar untuk penanganan karhutla di tujuh provinsi dan 35 kabupaten/kota terdampak. Selain itu, Presiden telah memerintahkan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku pembakaran hutan, bahkan mempertimbangkan kategorisasi sebagai terorisme ekologi.
Dalam upaya menangani tekanan ekonomi, pemerintah sedang menyiapkan paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun. Rancangan kebijakan ini mencakup bantuan beras 10 kilogram untuk 33,24 juta penerima manfaat, penahanan kenaikan harga BBM hingga akhir 2026, serta tambahan pasokan beras SPHP sebanyak 1 juta ton guna menekan fluktuasi harga pangan. Syahganda menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan respons terhadap tekanan global yang berpotensi mengganggu daya beli masyarakat.
Pemerintah juga mengajak Greenpeace untuk terus menyampaikan data dan rekomendasi secara konstruktif kepada kementerian terkait sebagai bahan perbaikan kebijakan. Ia menekankan bahwa penanganan krisis iklim dan perlindungan rakyat bukanlah tugas yang selesai, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Dengan demikian, diharapkan kebijakan yang diambil tidak hanya responsif, tetapi juga berkelanjutan dalam menjaga kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

