Gugatan Rp3,12 T ke Deutsche Bank Dicabut Setelah Penyelesaian Rahasia
Mantan bankir Deutsche Bank, Dario Schiraldi, menyelesaikan gugatan senilai 152 juta euro atau sekitar Rp3,12 triliun secara rahasia setelah sebelumnya divonis bersalah atas skandal akuntansi MPS.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dario Schiraldi, mantan pegawai Deutsche Bank, berhasil menyelesaikan gugatan hukum senilai 152 juta euro—setara sekitar Rp3,12 triliun berdasarkan kurs Rp20.500 per euro—dengan pihak bank secara damai. Penyelesaian ini terjadi setelah Schiraldi dan sejumlah mantan koleganya mengajukan gugatan balik terhadap Deutsche Bank atas tindakan yang dianggap merusak reputasi dan karier mereka, terutama setelah mereka dinyatakan bersalah oleh pengadilan Milan pada 2019 atas tuduhan membantu manipulasi akuntansi terkait transaksi dengan Monte dei Paschi di Siena (MPS).
Meski divonis bersalah, Schiraldi dan lima rekan lainnya berhasil memenangkan banding pada 2022, yang kemudian diperkuat oleh keputusan Mahkamah Agung Italia. Keputusan tersebut menjadi dasar bagi mereka untuk menggugat kembali Deutsche Bank atas kerugian yang diderita akibat penanganan kasus yang dianggap tidak adil. Gugatan ini dilayangkan di pengadilan Frankfurt dan London, menandai bagian dari rangkaian sengketa hukum yang melibatkan mantan karyawan bank asal Jerman.
Pihak Deutsche Bank mengonfirmasi bahwa seluruh klaim Schiraldi telah diselesaikan secara rahasia, tanpa pengungkapan detail finansial. Bank menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari proses bisnis normal untuk menghindari ketidakpastian hukum dan biaya litigasi yang tinggi. Penyelesaian ini dipastikan hanya berdampak minimal terhadap kinerja keuangan kuartal berikutnya.
Kasus Schiraldi merupakan bagian dari serangkaian gugatan serupa yang masih berlangsung, termasuk tuntutan dari empat mantan bankir senior lainnya—Michele Faissola, Ivor Dunbar, Marco Veroni, dan Matteo Vaghi—yang mengajukan gugatan senilai lebih dari 600 juta pound sterling di London. Skandal MPS sendiri bermula dari transaksi derivatif kompleks tahun 2008, yang kemudian diekspos melalui audit internal Deutsche Bank pada 2013, saat Christian Sewing masih menjabat sebagai kepala audit dan kini menjabat sebagai CEO bank tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar
Tim gabungan lakukan sidak ke SPBU di Padang untuk pastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai aturan.
8 September 2026

Kasus Kim Soo-hyun dengan Kim Sae-ron Berakhir Tanpa Tuntutan
Penyelidikan terhadap Kim Soo-hyun terkait dugaan hubungan dengan Kim Sae-ron saat masih di bawah umur resmi berakhir tanpa tindak lanjut hukum.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


