Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga BBM Subsidi Dipertahankan hingga Akhir 2026

Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini, meski harga minyak dunia melonjak di atas asumsi anggaran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 09.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 76x dibuka
Harga BBM Subsidi Dipertahankan hingga Akhir 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga akhir 2026, meskipun harga minyak mentah dunia terus bergerak naik. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, yang juga menjabat Menteri ESDM, menegaskan komitmen ini secara tegas dalam pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan tetap berlaku tanpa penyesuaian, sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli masyarakat.

Saat ini, harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada di kisaran US$92 per barel, jauh melampaui asumsi dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang hanya menetapkan US$70 per barel. Meskipun kenaikan harga berpotensi menambah beban subsidi energi, pemerintah yakin dapat menahan tekanan fiskal dengan mempertahankan harga BBM subsidi. Dengan tren saat ini, diproyeksikan ICP akan tetap berada di bawah ambang batas US$100 per barel.

Capaian sektor energi dan sumber daya mineral menunjukkan perkembangan positif. Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor ESDM yang ditargetkan Rp133 triliun diperkirakan melampaui angka tersebut, mencapai lebih dari Rp160 triliun. Di sisi lain, devisa dari ekspor batu bara yang ditargetkan US$27 miliar diproyeksikan menembus lebih dari US$30 miliar, meskipun produksi menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Dalam rapat evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Bahlil menekankan pentingnya kecepatan eksekusi program tanpa mengabaikan aturan. Ia menegaskan bahwa kinerja harus cepat, tetapi tetap akuntabel dan sesuai regulasi. Pemimpin negara meminta jajaran kabinet mempercepat realisasi program dengan pendekatan yang transparan dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya