Harga Cabai dan Telur Melonjak di Sulawesi Tenggara
Harga cabai rawit merah mencapai Rp82.700 per kg dan telur ayam ras Rp29.650 per kg, sesuai data PIHPS Nasional yang dirilis Kamis pagi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 08.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran mencapai Rp82.700 per kilogram, menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam daftar komoditas pangan strategis yang dipantau oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional. Di sisi lain, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan, berada di level Rp29.650 per kg, memengaruhi daya beli masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara.
Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga meliputi bawang merah seharga Rp38.450 per kg dan bawang putih mencapai Rp39.450 per kg. Untuk beras, harga berkisar antara Rp14.650 per kg untuk kualitas bawah II hingga Rp17.800 per kg untuk kualitas super I. Sementara itu, cabai merah besar dan cabai keriting masing-masing berada di Rp52.200 dan Rp56.950 per kg, sedangkan cabai rawit hijau mencapai Rp62.100 per kg.
Daging ayam ras segar tercatat di Rp42.600 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I dan II berada pada kisaran Rp151.800 dan Rp142.300 per kg. Gula pasir premium dijual dengan harga Rp20.350 per kg, sedangkan gula lokal berada di Rp19.100 per kg. Minyak goreng curah dipasarkan pada harga Rp20.450 per liter, dengan minyak kemasan bermerek I dan II masing-masing Rp24.350 dan Rp23.400 per liter.
Data ini menggambarkan tekanan inflasi pangan yang masih terasa di tingkat konsumen, khususnya untuk komoditas yang sering dikonsumsi harian. PIHPS Nasional mencatatkan angka-angka tersebut sebagai gambaran harga real-time di pasar eceran secara nasional, termasuk di wilayah Sulawesi Tenggara. Penyusunan data dilakukan secara rutin untuk mendukung kebijakan stabilisasi harga dan kebutuhan pangan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mantan Siswa Laporkan Guru karena Dugaan Pemerkosaan Berulang
Seorang mantan siswa melaporkan guru di Sulawesi Tenggara atas dugaan pemerkosaan yang terjadi selama masa sekolah, dengan korban menyebutkan 13 kali kejadian.
9 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang Nikel di Pulau Kecil, GERAK SULTRA Dukung Langkah Verifikasi
Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sultra mendukung Kejati Sultra yang akan memverifikasi aktivitas pertambangan nikel di pulau-pulau kecil, termasuk area pasca tambang milik istri Gubernur.
9 September 2026

Kolaborasi Pemprov dan Kejati Sultra Percepat Pemulihan Aset dan Tata Kelola SDA
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sultra dan Kejati Sultra bertujuan mempercepat penertiban aset daerah dan perbaikan tata kelola sumber daya alam melalui pendekatan restoratif dan kolaboratif.
9 September 2026

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


