Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Cabai dan Telur Melonjak di Sulawesi Tenggara

Harga cabai rawit merah mencapai Rp82.700 per kg dan telur ayam ras Rp29.650 per kg, sesuai data PIHPS Nasional yang dirilis Kamis pagi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 08.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Harga Cabai dan Telur Melonjak di Sulawesi Tenggara
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran mencapai Rp82.700 per kilogram, menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam daftar komoditas pangan strategis yang dipantau oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional. Di sisi lain, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan, berada di level Rp29.650 per kg, memengaruhi daya beli masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan harga meliputi bawang merah seharga Rp38.450 per kg dan bawang putih mencapai Rp39.450 per kg. Untuk beras, harga berkisar antara Rp14.650 per kg untuk kualitas bawah II hingga Rp17.800 per kg untuk kualitas super I. Sementara itu, cabai merah besar dan cabai keriting masing-masing berada di Rp52.200 dan Rp56.950 per kg, sedangkan cabai rawit hijau mencapai Rp62.100 per kg.

Daging ayam ras segar tercatat di Rp42.600 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I dan II berada pada kisaran Rp151.800 dan Rp142.300 per kg. Gula pasir premium dijual dengan harga Rp20.350 per kg, sedangkan gula lokal berada di Rp19.100 per kg. Minyak goreng curah dipasarkan pada harga Rp20.450 per liter, dengan minyak kemasan bermerek I dan II masing-masing Rp24.350 dan Rp23.400 per liter.

Data ini menggambarkan tekanan inflasi pangan yang masih terasa di tingkat konsumen, khususnya untuk komoditas yang sering dikonsumsi harian. PIHPS Nasional mencatatkan angka-angka tersebut sebagai gambaran harga real-time di pasar eceran secara nasional, termasuk di wilayah Sulawesi Tenggara. Penyusunan data dilakukan secara rutin untuk mendukung kebijakan stabilisasi harga dan kebutuhan pangan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya