Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hindari Bahaya Kosmetik Ilegal dengan 4 Langkah Cerdas

Konsumen diminta waspada saat beli kosmetik daring, dengan memperhatikan ulasan, klaim, keaslian produk, dan legalitas sebelum membeli.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hindari Bahaya Kosmetik Ilegal dengan 4 Langkah Cerdas
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan akses pasar digital membuat konsumen semakin mudah mendapatkan produk kosmetik, namun di balik kemudahan itu tersembunyi risiko yang perlu diwaspadai. Perkosmi menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memilih produk, terutama di tengah maraknya ulasan palsu, penawaran menyesatkan, serta peredaran barang ilegal yang meniru merek ternama. Para pengguna harus mewaspadai manipulasi yang dilakukan melalui algoritma dan strategi pemasaran digital yang tidak transparan.

Klaim produk yang terlalu berlebihan, seperti kulit putih instan atau penyembuhan masalah kulit dalam hitungan hari, perlu dikaji secara kritis. Menurut perwakilan Perkosmi, klaim semacam itu harus didukung oleh data ilmiah dan tidak boleh menimbulkan ekspektasi yang tidak realistis. Proses internal perusahaan, termasuk tim hukum, komunikasi, dan keberlanjutan, harus turut terlibat untuk memastikan semua pernyataan yang disampaikan kepada konsumen sesuai dengan standar regulasi dan etika industri.

Salah satu ancaman utama adalah produk palsu yang beredar di platform daring dengan harga jauh lebih murah dari harga resmi. Meski tampil mirip, produk tersebut sering kali tidak melewati uji keamanan dan kualitas. Konsumen diminta memilih penjual yang terpercaya dan menyediakan informasi lengkap mengenai produk, termasuk nomor izin edar dan komposisi bahan. Merek yang sah biasanya memiliki sistem pelacakan dan sertifikasi yang jelas.

Pemeriksaan legalitas menjadi kunci sebelum melakukan pembelian. Konsumen disarankan untuk mengecek izin edar resmi, kemasan yang lengkap, serta klaim yang tercantum sesuai aturan. Perkosmi menegaskan bahwa perlindungan konsumen bukan hanya tanggung jawab produsen, tetapi juga platform digital, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi menyeluruh diperlukan agar ekosistem marketplace tetap aman, transparan, dan beretika bagi semua pihak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya