Hujan Abu Vulkanik Ancam Kualitas Pakaian, Ini Aturannya
Pakaian yang dijemur saat hujan abu vulkanik perlu dicuci kembali karena partikelnya dapat menempel dan menyebabkan iritasi pada kulit serta saluran pernapasan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Lampung, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat. Fenomena ini bukan sekadar kekotoran permukaan, melainkan membawa partikel halus dari erupsi yang dapat menempel pada berbagai benda, termasuk pakaian yang sedang dijemur. Ketika pakaian terpapar abu, partikel tersebut bisa terbawa masuk ke dalam rumah dan menimbulkan risiko kesehatan jika tidak ditangani secara tepat.
Pakar dari Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) menekankan pentingnya tetap berada di dalam ruangan saat terjadi hujan abu. Hal ini berlaku juga untuk aktivitas sehari-hari seperti menjemur pakaian. Jika memungkinkan, pakaian sebaiknya dijemur di dalam ruangan atau di area tertutup seperti kanopi untuk menghindari paparan langsung. Penutup atap berfungsi sebagai pelindung utama agar abu tidak langsung menempel pada kain.
Jika hujan abu terjadi secara tiba-tiba saat pakaian sedang dijemur, segera kumpulkan pakaian tersebut dan segera cuci dengan air mengalir. Untuk pakaian yang terkena cukup banyak abu, penggunaan deterjen dalam jumlah lebih besar disarankan. Penting untuk memastikan pakaian benar-benar bersih dari sisa abu sebelum dikeringkan, baik dengan sinar matahari maupun mesin pengering. Abu yang masih menempel dapat merusak mesin pengering karena sifatnya yang kasar dan abrasif.
Dampak kesehatan dari paparan abu vulkanik cukup serius. Profesor Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), menjelaskan bahwa partikel abu yang masuk ke saluran napas dapat menyebabkan batuk, iritasi tenggorokan, hingga memicu bronkitis atau memperparah kondisi asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Selain pernapasan, abu juga bisa menyebabkan iritasi mata dan kulit, serta berpotensi mencemari sumber air dan makanan jika tidak dikelola dengan baik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


