Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Dekati Level 6.700 Setelah Penguatan Signifikan

Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,02% ke posisi 6.687,03, mendekati ambang psikologis 6.700, didorong kenaikan mayoritas sektor dan aliran modal asing yang positif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Dekati Level 6.700 Setelah Penguatan Signifikan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada sesi perdagangan siang hari, Selasa (8/9/2026), mencatat level 6.687,03 pukul 14.14 WIB. Kenaikan sebesar 67,36 poin atau 1,02% ini melanjutkan tren positif dari sesi I yang sebelumnya mencatat kenaikan 0,84% ke level 6.674,95. Pergerakan indeks berlangsung di zona hijau sejak pembukaan, dengan kisaran harga berada antara 6.636,94 hingga 6.688,20.

Penguatan IHSG didukung oleh kenaikan di sebagian besar sektor, dengan sektor bahan baku menjadi pendorong utama berkat kenaikan 1,43%. Sektor finansial menguat 1,01%, energi naik 0,85%, konsumer primer 0,69%, industri 0,46%, properti 0,39%, kesehatan 0,39%, teknologi 0,24%, utilitas 0,11%, dan konsumer non-primer 0,10%. Kenaikan ini mencerminkan konsensus positif di pasar terhadap sektor-sektor strategis.

Dari sisi saham penggerak, Bank Central Asia (BBCA) menjadi kontributor terbesar dengan andil 9,39 poin indeks, diikuti Amman Mineral Internasional (AMMN) yang menyumbang 7,62 poin dan Sinar Mas Multiartha (SMMA) sebesar 7,27 poin. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turut memberi kontribusi positif dengan 4,66 poin, disusul Merdeka Copper Gold (MDKA) dan Energi Mega Persada (ENRG) masing-masing 2,57 dan 2,44 poin. Sebaliknya, Bumi Resources Minerals (BRMS) menjadi pemberat terbesar dengan penurunan 2,37 poin, disusul Global Digital Niaga (BELI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang masing-masing menekan indeks 1,76 dan 1,40 poin.

Data perdagangan hingga pukul 14.14 WIB menunjukkan volume transaksi mencapai 25,08 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp10,02 triliun, serta frekuensi perdagangan sebanyak 1,592 juta kali. Sebanyak 383 saham menguat, 241 saham melemah, dan 339 saham stagnan. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp83,37 miliar, setelah beli senilai Rp2,14 triliun dan jual Rp2,06 triliun pada sesi I. Aliran modal asing terbesar masuk ke BBCA (Rp112,57 miliar), AMMN (Rp109,34 miliar), dan BBRI (Rp74,54 miliar).

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya