IHSG Dekati Level 6.700 Setelah Penguatan Signifikan
Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,02% ke posisi 6.687,03, mendekati ambang psikologis 6.700, didorong kenaikan mayoritas sektor dan aliran modal asing yang positif.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada sesi perdagangan siang hari, Selasa (8/9/2026), mencatat level 6.687,03 pukul 14.14 WIB. Kenaikan sebesar 67,36 poin atau 1,02% ini melanjutkan tren positif dari sesi I yang sebelumnya mencatat kenaikan 0,84% ke level 6.674,95. Pergerakan indeks berlangsung di zona hijau sejak pembukaan, dengan kisaran harga berada antara 6.636,94 hingga 6.688,20.
Penguatan IHSG didukung oleh kenaikan di sebagian besar sektor, dengan sektor bahan baku menjadi pendorong utama berkat kenaikan 1,43%. Sektor finansial menguat 1,01%, energi naik 0,85%, konsumer primer 0,69%, industri 0,46%, properti 0,39%, kesehatan 0,39%, teknologi 0,24%, utilitas 0,11%, dan konsumer non-primer 0,10%. Kenaikan ini mencerminkan konsensus positif di pasar terhadap sektor-sektor strategis.
Dari sisi saham penggerak, Bank Central Asia (BBCA) menjadi kontributor terbesar dengan andil 9,39 poin indeks, diikuti Amman Mineral Internasional (AMMN) yang menyumbang 7,62 poin dan Sinar Mas Multiartha (SMMA) sebesar 7,27 poin. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turut memberi kontribusi positif dengan 4,66 poin, disusul Merdeka Copper Gold (MDKA) dan Energi Mega Persada (ENRG) masing-masing 2,57 dan 2,44 poin. Sebaliknya, Bumi Resources Minerals (BRMS) menjadi pemberat terbesar dengan penurunan 2,37 poin, disusul Global Digital Niaga (BELI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang masing-masing menekan indeks 1,76 dan 1,40 poin.
Data perdagangan hingga pukul 14.14 WIB menunjukkan volume transaksi mencapai 25,08 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp10,02 triliun, serta frekuensi perdagangan sebanyak 1,592 juta kali. Sebanyak 383 saham menguat, 241 saham melemah, dan 339 saham stagnan. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp83,37 miliar, setelah beli senilai Rp2,14 triliun dan jual Rp2,06 triliun pada sesi I. Aliran modal asing terbesar masuk ke BBCA (Rp112,57 miliar), AMMN (Rp109,34 miliar), dan BBRI (Rp74,54 miliar).
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


