IHSG Diproyeksi Lanjutkan Koreksi Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan melemah pada perdagangan Selasa, dengan rentang fluktuasi antara 6.561 hingga 6.755.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan penurunan pada perdagangan hari ini, setelah sebelumnya menutup sesi Senin di posisi 6.619, turun 0,25 persen atau 16,80 poin dari penutupan sebelumnya. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa pasar masih rentan terhadap koreksi lebih lanjut, dengan potensi penurunan menuju level 6.578 hingga 6.598 jika skenario terburuk terjadi. Ia menilai bahwa indeks kemungkinan berada di akhir gelombang koreksi (wave v dari wave c), sehingga memperbesar risiko penurunan lebih dalam.
Herditya memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini berada dalam rentang support 6.561 hingga 6.476 dan resistance 6.705 hingga 6.755. Dalam kondisi tersebut, ia menyarankan perhatian terhadap emiten-emiten tertentu seperti HRUM, INKP, MDKA, dan TPIA sebagai alternatif investasi jangka pendek. Di sisi lain, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga memandang pasar masih dalam fase koreksi jangka pendek, namun tetap terbuka peluang rebound jika support terdekat dapat dipertahankan.
Ivan menekankan bahwa jika IHSG menembus di bawah level 6.569, koreksi diperkirakan akan melanjutkan pergerakan hingga menyentuh garis SMA-20. Namun, jika level tersebut mampu bertahan, rebound bisa terjadi lebih cepat. Ia memprediksi rentang support lebih dalam pada 6.569, 6.496, 6.376, dan 6.230, sementara resistance terdekat berada di kisaran 6.835 hingga 7.071. Rekomendasi saham dari Ivan mencakup ADMR, BMRI, dan BRPT.
Pada penutupan perdagangan Senin, total nilai transaksi mencapai Rp13,71 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 37,02 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, 281 menguat, 332 melemah, dan 179 stagnan. Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung hati-hati, didorong oleh tekanan jual yang meningkat dan ketidakpastian eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


