Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Diproyeksikan Koreksi di Rentang 5.850–5.911

Indeks saham diprediksi melemah pada perdagangan hari ini dengan potensi koreksi menuju level 5.850 hingga 5.911, didukung analisis teknikal dari dua lembaga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Diproyeksikan Koreksi di Rentang 5.850–5.911📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, dengan potensi penurunan menuju kisaran 5.850 hingga 5.911. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa posisi indeks saat ini berada pada gelombang c dari gelombang (y), sehingga masih berpeluang mengalami penurunan dalam jangka pendek. Ia menetapkan level support di 5.949 dan 5.872, sementara resistance berada di kisaran 6.187 hingga 6.297.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memandang indeks masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan jangka pendek, selama mampu bertahan di atas level 6.019. Ia memproyeksikan jika IHSG berhasil menahan posisi tersebut, maka potensi kenaikan bisa menembus level 6.182. Namun, jika kembali melemah di bawah 6.019, tekanan penurunan dapat memperluas hingga ke area 5.850. Level support yang disebutkan oleh Ivan meliputi 6.019, 5.850, dan 5.607, sementara resistance terletak pada 6.182, 6.247, 6.423, dan 6.552.

Dalam perdagangan Senin (5/10), IHSG berakhir di level 6.118, naik 81,97 poin atau 1,36 persen dari penutupan sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 40,95 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp9,93 triliun. Sebanyak 526 saham menguat, 153 mengalami penurunan, dan 114 lainnya bergerak datar.

Dua analis tersebut memberikan rekomendasi saham yang perlu diperhatikan, dengan ADRO dan MEDC disebutkan oleh keduanya. Selain itu, Herditya menyarankan INCO dan MINA, sementara Ivan menyarankan AMRT dan TLKM. Rekomendasi ini dimaksudkan sebagai acuan teknikal, bukan anjuran investasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya