IHSG Diproyeksikan Koreksi di Rentang 5.850–5.911
Indeks saham diprediksi melemah pada perdagangan hari ini dengan potensi koreksi menuju level 5.850 hingga 5.911, didukung analisis teknikal dari dua lembaga.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, dengan potensi penurunan menuju kisaran 5.850 hingga 5.911. Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa posisi indeks saat ini berada pada gelombang c dari gelombang (y), sehingga masih berpeluang mengalami penurunan dalam jangka pendek. Ia menetapkan level support di 5.949 dan 5.872, sementara resistance berada di kisaran 6.187 hingga 6.297.
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memandang indeks masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan jangka pendek, selama mampu bertahan di atas level 6.019. Ia memproyeksikan jika IHSG berhasil menahan posisi tersebut, maka potensi kenaikan bisa menembus level 6.182. Namun, jika kembali melemah di bawah 6.019, tekanan penurunan dapat memperluas hingga ke area 5.850. Level support yang disebutkan oleh Ivan meliputi 6.019, 5.850, dan 5.607, sementara resistance terletak pada 6.182, 6.247, 6.423, dan 6.552.
Dalam perdagangan Senin (5/10), IHSG berakhir di level 6.118, naik 81,97 poin atau 1,36 persen dari penutupan sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 40,95 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp9,93 triliun. Sebanyak 526 saham menguat, 153 mengalami penurunan, dan 114 lainnya bergerak datar.
Dua analis tersebut memberikan rekomendasi saham yang perlu diperhatikan, dengan ADRO dan MEDC disebutkan oleh keduanya. Selain itu, Herditya menyarankan INCO dan MINA, sementara Ivan menyarankan AMRT dan TLKM. Rekomendasi ini dimaksudkan sebagai acuan teknikal, bukan anjuran investasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

TBPKP Bukan STNK, Ini Fungsi dan Isi Dokumen Penting di Belakang STNK
TBPKP adalah bukti pelunasan pajak kendaraan yang berbeda dari STNK, berlaku satu tahun dan harus disimpan bersama dokumen utama.
6 Oktober 2026

Aturan Keberatan Pajak Diperbarui, Ini Perubahan Kunci
Pemerintah resmi keluarkan peraturan baru yang memperjelas tata cara keberatan, pengurangan, dan penghapusan sanksi pajak, termasuk mekanisme permintaan data dan pemutihan sementara.
6 Oktober 2026

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2%
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dinaikkan Bank Dunia menjadi 5,2%, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya dan unggul atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik.
6 Oktober 2026

Pertumbuhan Ekonomi EAP Diproyeksikan 4,5% di 2026, Didorong AI dan Produksi Teknologi
Proyeksi Bank Dunia menunjukkan ekonomi Asia Timur dan Pasifik tumbuh 4,5% pada 2026, didorong adopsi teknologi AI dan ekspor barang berteknologi tinggi.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Honda Uji Coba Pengisian Listrik Mobil Saat Melaju di Jalan Tol
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.29 WITA

Anthropic Gagal Lobi Vatikan Soal Kesadaran AI
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Mogok Nasional 24 Jam Didesain untuk Keadilan Perumahan dan Upah
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.23 WITA

Pengalihan Utang KCIC ke Kemenkeu Terus Berjalan
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Asia Timur dan Pasifik Hadapi Tantangan Pertumbuhan 2026
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Puan Sahkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.22 WITA

Menkeu Tekankan Peran Bea Cukai Jaga Ekonomi dan Penerimaan Negara
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.21 WITA

Rupiah Menguat Tipis di Pembukaan, Dolar AS Terkoreksi ke Rp17.875
Selasa, 6 Oktober 2026, 12.21 WITA

