Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menperin Soroti Risiko Impor Berlebihan bagi Industri Dalam Negeri

Menteri Perindustrian menekankan perlunya sinergi antarkementerian untuk menyeimbangkan kebijakan impor demi melindungi daya saing industri lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.18 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Menperin Soroti Risiko Impor Berlebihan bagi Industri Dalam Negeri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengungkap kekhawatiran terhadap potensi ancaman dari arus impor yang tidak terkendali terhadap kelangsungan sektor manufaktur dalam negeri. Ia menyoroti pentingnya peninjauan ulang terhadap mekanisme pemberian izin impor, khususnya untuk produk yang memiliki kapasitas produksi domestik yang cukup. Menurutnya, jika regulasi impor tidak mempertimbangkan kapasitas produksi dalam negeri, industri lokal akan mengalami tekanan berat dalam bersaing.

Sarmuji menegaskan bahwa penyelesaian berbagai tantangan di sektor industri tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh Kemenperin saja. Banyak isu strategis, seperti kebijakan perdagangan dan regulasi impor, justru berada di wilayah kewenangan kementerian lain seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama lintas kementerian yang lebih erat dan terkoordinasi untuk memastikan kebijakan yang seimbang.

Dalam rapat kerja yang digelar di kantor Kemenperin, ia menekankan bahwa ketidakseimbangan kebijakan dapat membuka celah bagi produk impor masuk secara bebas, yang berdampak langsung pada ketahanan sektor riil nasional. Ia memberi contoh bahwa jika izin impor diberikan tanpa batasan atau pertimbangan strategis, maka produk dalam negeri akan kesulitan bertahan, terutama pada komoditas yang memiliki potensi substitusi domestik.

Untuk itu, Sarmuji menyerukan perlunya penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi terkait lainnya, guna menciptakan ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengawasan yang terukur dan pembatasan impor yang bijak merupakan langkah krusial dalam melindungi industri lokal dari tekanan pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya