IHSG Diproyeksikan Menguat Jelang Penutupan Pekan
IHSG diperkirakan bergerak menguat pada akhir pekan ini dengan dukungan level support kunci dan potensi rebound dari koreksi sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 18 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menunjukkan kekuatan pada perdagangan Jumat (18/9), meskipun masih menghadapi tekanan dari volatilitas pasar. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai indeks berada dalam fase mixed dengan peluang penguatan tetap terbuka, asalkan mampu mempertahankan posisi di atas level 6.370. Dalam skenario terburuk, indeks bisa menguji area 6.290–6.370 sebagai level koreksi, namun jika bertahan di atas ambang tersebut, potensi kenaikan menuju rentang 6.541–6.581 tetap terbuka.
Herditya memperkirakan IHSG bergerak dalam kisaran support 6.279 hingga 6.201 dan resistance 6.585 hingga 6.633. Ia menyarankan emiten-emiten tertentu sebagai pilihan investasi, termasuk ADMR, BMRI, BRPT, dan DSSA. Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, melihat peluang rebound setelah koreksi kemarin terbatas dan indeks tetap berada di atas level support Fibonacci 6.370. Menurutnya, jika level tersebut tetap kokoh, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju 6.582–6.639.
Ivan memproyeksikan rentang support di 6.370, 6.290, dan 6.179, sementara resistance terletak di 6.639, 6.752, 6.835, hingga 6.916. Ia juga merekomendasikan sejumlah saham seperti AMRT, BBRI, BRPT, dan BUMI sebagai alternatif bagi investor yang mencari peluang di tengah fluktuasi pasar.
Pada penutupan perdagangan Kamis (17/9), IHSG berakhir di level 6.462, menguat 25,57 poin atau 0,40 persen dari posisi sebelumnya. Volume perdagangan mencapai 28,41 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp13,87 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 384 menguat, 244 terkoreksi, dan 164 stagnan, menunjukkan keseimbangan antara tekanan dan sentimen positif di pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Defisit APBN Agustus 2026 Tetap Terkendali di 0,9% PDB
Defisit anggaran hingga Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9% dari PDB, tetap dalam batas aman meski pendapatan di bawah target.
18 September 2026

MUI Dorong Reformasi Penerimaan Negara Berbasis SDA dan SDM
MUI meminta Menteri Keuangan baru memperluas sumber penerimaan negara dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia, sekaligus mendorong integrasi zakat sebagai insentif fiskal.
18 September 2026

Aliran Modal Asing ke RI Tembus Rp141,6 Triliun di Tiga Kuartal Pertama 2026
Aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp141,6 triliun hingga kuartal III 2026, dominan melalui Surat Berharga Negara dan instrumen SRBI, meski pasar saham masih catat outflow.
18 September 2026

Pajak Nasional Tembus Rp1,41 Triliun, Capai 59,8% dari Target Tahunan
Penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 24,1% dibanding tahun lalu, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan efektivitas reformasi perpajakan.
18 September 2026
Berita Lainnya

All New Pajero Hadirkan Legasi Baru dengan Teknologi Terkini
Jumat, 18 September 2026, 11.44 WITA

Xiaomi Pastikan Mobil Listrik Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.43 WITA

Robot Humanoid dan Anjing Digital Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 18 September 2026, 11.42 WITA

HP Meledak di Tas Penumpang KRL, Polisi Ungkap Penyebab Asap
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Bahlil Siapkan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Tegaskan Tak Ada Birokrat yang Tak Bisa Disentuh
Jumat, 18 September 2026, 11.35 WITA

Prabowo Perintahkan Siapkan E50 Usai Sukses B50
Jumat, 18 September 2026, 11.34 WITA

Pendapatan Negara Tembus Rp2,055 Triliun dalam Delapan Bulan
Jumat, 18 September 2026, 11.33 WITA


