IHSG Ditutup Menguat di 6.036, 319 Saham Naik
Indeks Harga Saham Gabungan berakhir menguat 0,46% ke level 6.036 pada penutupan Jumat, didukung oleh dominasi saham menguat dan aktivitas pasar yang stabil.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan Jumat (2/10) pada posisi 6.036, menguat 27,38 poin atau 0,46% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan positif ini tercermin dari aktivitas investor yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp12,23 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 121,53 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,62 juta kali. Kondisi pasar menunjukkan sentimen optimistis di akhir pekan, meski pergerakan tidak terlalu signifikan.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 319 saham menguat, 337 mengalami penurunan, dan 134 lainnya bergerak datar. Dominasi kenaikan terjadi di sektor teknologi yang menjadi pendorong utama penguatan indeks dengan kenaikan 1,54%. Sembilan dari 11 sektor utama menguat, menunjukkan pergerakan yang relatif merata meski tidak semua sektor berkontribusi positif.
Secara regional, pasar saham Asia menunjukkan tren campuran. Bursa Hong Kong (Hang Seng Composite) melemah 2,6%, sedangkan indeks Shanghai Composite di China naik tipis 0,31%. Pasar Jepang (Nikkei 225) turun 0,94%, dan Singapura (Straits Times) turun 0,46%. Di Eropa, semua indeks utama menguat, dengan DAX Jerman naik 1,15% dan FTSE 100 Inggris menguat 0,69%. Pasar Amerika Serikat juga bergerak positif, dengan S&P 500 menguat 0,19%, NASDAQ Composite naik 0,04%, dan Dow Jones melonjak 0,04%.
Penguatan IHSG pada akhir pekan ini menjadi indikator konsistensi pasar dalam menyerap sentimen global yang bervariasi. Meskipun ada tekanan dari pasar Asia, kekuatan di pasar Eropa dan Amerika serta kinerja sektor teknologi di dalam negeri mampu menopang pergerakan indeks. Pergerakan ini menunjukkan ketahanan pasar domestik terhadap volatilitas global, sekaligus mencerminkan kembali minat investor terhadap aset ekuitas dalam jangka pendek.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Kaji Pembebasan PPN untuk Outsourcing di Industri Tekstil
Pemerintah mempertimbangkan pembebasan PPN atas jasa outsourcing guna mendukung daya saing industri tekstil yang bergantung pada fluktuasi permintaan ekspor.
2 Oktober 2026

Reshuffle Kabinet Dorong Stabilitas Kebijakan Ekonomi
Pergantian menteri di kabinet Merah Putih menekankan pentingnya kelanjutan kebijakan ekonomi, kepastian regulasi, dan koordinasi antarinstansi bagi dunia usaha.
2 Oktober 2026

GOTO Jelaskan Teknikal Penyebab Volatilitas Saham
GOTO menegaskan fluktuasi harga saham disebabkan faktor teknis setelah tereliminasi dari indeks global, bukan kinerja bisnis, seiring perubahan aturan floor price dan rencana korporasi.
2 Oktober 2026

Merger Asuransi BUMN Rampung Akhir Tahun
Konsolidasi asuransi BUMN akan selesai akhir 2026 dengan penggabungan 15 perusahaan menjadi tiga entitas utama berbasis spesialisasi.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Data Center Wajib Sesuaikan Ketersediaan Air dan Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Menteri Perindustrian Baru Diminta Perkuat Daya Saing dan Industri Padat Karya
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.09 WITA

Syahganda Nainggolan Pimpin Bakom, Fokus Atasi Dampak Algoritma pada Komunikasi Pemerintah
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Indonesia Jajaki Kerja Sama AS untuk Kembangkan Hidrogen Bersih
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres dan Ganti Kepala Bakom
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.08 WITA

Kemenhub Pertimbangkan Kapal Khusus Angkut Mobil Listrik
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.868, Dolar AS Terkoreksi di Tengah Antisipasi Data NFP
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

Repo Surat Utang SMI Capai Rp60 Miliar dalam Dua Hari
Jumat, 2 Oktober 2026, 21.07 WITA

