IHSG Melemah 0,25% ke Level 6.619 di Akhir Pekan
Indeks saham utama Indonesia turun 16,80 poin atau 0,25% menjadi 6.619 pada penutupan Senin (7/9), didominasi oleh 332 saham yang terkoreksi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di posisi 6.619 pada perdagangan Senin (7/9) sore, mengalami penurunan sebesar 16,80 poin atau 0,25% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan di pasar yang didorong oleh kenaikan jumlah saham yang melemah dibandingkan yang menguat. Total volume perdagangan mencapai 37,02 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp13,71 triliun.
Dari 11 sektor utama, empat sektor mengalami penurunan, dengan sektor teknologi menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 0,73%. Sementara itu, tujuh sektor lainnya berhasil mencatatkan kenaikan, didorong oleh sektor industri yang melonjak 1,3% sebagai penguat terbesar di antara kelompok sektor. Pergerakan ini menunjukkan ketidakseimbangan dinamika antar sektor dalam menanggapi perubahan kondisi pasar.
Di tingkat regional, bursa saham Asia menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,93%, sedangkan indeks Straits Times di Singapura melemah 0,19%. Di sisi lain, pasar Jepang dan Tiongkok menunjukkan kenaikan, dengan indeks Nikkei 225 naik 2,12% dan indeks Shanghai Composite melonjak 0,07%.
Pasar Eropa dan Amerika Serikat juga berada dalam tekanan merah. Indeks DAX di Jerman turun 0,28%, sedangkan FTSE 100 di Inggris melemah 0,15%. Di bursa Amerika, indeks S&P 500 turun 0,38%, NASDAQ Composite terkoreksi 0,29%, dan Dow Jones turun 0,51%, mencerminkan tekanan global yang berdampak pada sentimen pasar domestik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


