IHSG Melemah, Saham Industri dan Properti Tampil Unggul
Indeks saham domestik turun tipis pada Senin (7/9/2026), sementara sektor properti dan industri menunjukkan kinerja kuat, didorong permintaan lahan industri dan kenaikan pendapatan korporasi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 0,25% pada level 6.619,67 pada perdagangan Senin, 7 September 2026, dipengaruhi aksi jual asing yang mencapai Rp678,54 miliar secara keseluruhan. Meski demikian, beberapa emiten menunjukkan kenaikan signifikan, seperti BUMI yang melonjak 4,76%, disusul IMPC dan AADI masing-masing naik 4,00%. Di sisi lain, SMMA turun 5,82%, BBCA merosot 1,12%, dan BBRI melemah 0,59%. Sektor Financials menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 0,76%, sementara Industrials menjadi pemenang dengan kenaikan 1,25%.
Pergerakan pasar dipengaruhi juga oleh libur pasar saham AS karena peringatan Labor Day, yang menyebabkan aktivitas Wall Street tertunda hingga Selasa (8/9/2026). Di dalam negeri, indeks thematic IDXHealthcare naik 0,82% dengan kontribusi dari MEDS, DKHH, KAEF, HALO, SOHO, dan IRRA. Sementara indeks offshore MSCI Indonesia terkoreksi 0,59%. Kinerja emiten juga mencatat perkembangan positif, salah satunya PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) yang mencatat prapenjualan sebesar Rp1,15 triliun hingga semester I 2026, setara 55% dari target tahunan Rp2,08 triliun.
Permintaan lahan industri DMAS mencapai 85 hektare, dengan dominasi sektor data center yang menyerap 64 hektare atau sekitar 75% dari total. Permintaan tersebut didukung infrastruktur kawasan GIIC/Deltamas yang menawarkan listrik premium hingga 1.000 MVA, jaringan fiber optic redundan, serta sistem looping air bersih dan daur ulang. Dengan total land bank 581 hektare per 30 Juni 2026—terdiri atas 357 hektare komersial, 164 hektare residensial, dan 60 hektare industri—perseroan kini mempertimbangkan konversi sebagian lahan komersial dan residensial menjadi lahan industri untuk mengejar kebutuhan pasar.
Di sektor logistik, PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menunjukkan pertumbuhan kinerja signifikan, dengan pendapatan semester I 2026 mencapai Rp73,12 miliar, naik 28,80% dari Rp56,77 miliar di periode yang sama tahun lalu. Segmen jasa ekspedisi menyumbang Rp50,98 miliar, meningkat 54,50%. Perusahaan telah menyelesaikan sekitar 85% dari target tahunan, meski masih menghadapi kendala pembatasan RKAB di sejumlah tambang di Sumatera Selatan dan Kalimantan. Ekspansi ke transportasi batu bara via kapal tongkang direncanakan mulai 2027 untuk memperkuat rantai logistik.
Sebagai penutup, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai interim 2026 sebesar Rp66 per saham. Dengan jumlah saham beredar 93,33 miliar lembar, total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp6,16 triliun, setara 20,26% dari laba bersih semester I 2026. Saham BMRI ditutup di Rp4.390 per lembar, memberikan dividend yield sekitar 1,50%. Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026, dengan pembayaran dilakukan pada 2 Oktober 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

