IHSG Melonjak 1,1% Jelang Penutupan Pasar
Indeks saham utama Indonesia melonjak 1,1% ke level 6.105,59 menjelang akhir perdagangan, didukung aksi beli asing pada sejumlah emiten utama.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 1,1% atau 67,15 poin, mencapai level 6.105,59 pada penutupan perdagangan Senin (5/10/2026). Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya hanya menguat tipis 2,10 poin pada akhir sesi I, menandakan perbaikan sentimen pasar di sesi II. Sebanyak 522 saham menguat, 194 melemah, dan 242 lainnya stagnan, mencerminkan dominasi keunggulan beli dibandingkan jual. Volume perdagangan mencapai 33,70 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp8,13 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,48 juta kali.
Meskipun pada sesi pertama investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp205 miliar, dengan nilai jual mencapai Rp1,61 triliun dan beli sebesar Rp1,41 triliun, tekanan tersebut berubah di sesi kedua. Asing mulai melakukan akumulasi pada sejumlah emiten unggulan. PT Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham paling banyak dibeli asing dengan nilai net buy mencapai Rp27,90 miliar atau 6,85 juta saham. Diikuti oleh PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dengan net buy Rp18,02 miliar dan volume 611,43 juta saham, serta PT Bukit Uluwatu Villa (BUVA) sebesar Rp13,17 miliar.
Di sisi lain, saham-saham yang mengalami tekanan jual terbesar berasal dari emiten perbankan dan energi. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp74,18 miliar atau sekitar 24,14 juta saham. PT Bumi Resources (BUMI) turut terdampak dengan jual bersih Rp29,45 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional (AMMN) Rp28,99 miliar dan PT Timah (TINS) Rp23,55 miliar. Saham PT Telkom Indonesia (TLKM) juga mengalami penjualan asing sebesar Rp17,60 miliar.
Pergerakan pasar keuangan Indonesia diharapkan lebih stabil sepanjang pekan ini, 5–9 Oktober 2026, setelah sebelumnya mengalami volatilitas tinggi. Kenaikan IHSG dan penguatan rupiah menjadi indikator positif yang perlu dipertahankan. Namun, pergerakan pasar tetap akan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, khususnya ketegangan AS-Iran dan situasi di Selat Hormuz, serta fluktuasi harga minyak pasca pertemuan OPEC dan negara produsen non-OPEC. Selain itu, pergerakan imbal hasil obligasi global dan data ekonomi AS, termasuk aktivitas sektor jasa serta notulen FOMC, akan menjadi rujukan utama dalam menilai prospek suku bunga global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rapat Koordinasi Ekspor Komoditas Strategis, Airlangga: Tidak Ada Aturan Baru
Rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian membahas implementasi lanjutan ekspor komoditas strategis melalui DSI sebagai perantara tunggal, tanpa adanya kebijakan baru atau perluasan daftar komoditas.
5 Oktober 2026

RUU Ketenagakerjaan Picu Kekhawatiran Investasi di Sektor Padat Karya
Asosiasi Pertekstilan Indonesia memperingatkan dampak negatif RUU Pelindungan Ketenagakerjaan terhadap investasi, khususnya karena ancaman pidana yang diperluas dan pembatasan outsourcing.
5 Oktober 2026

Pemerintah Evaluasi Ekspor Strategis Sebelum 2027
Pemerintah memastikan ekspor batu bara, CPO, dan ferro alloy melalui satu pintu via DSI tetap berlaku pada 1 Januari 2027, dengan evaluasi menyeluruh sebelum pelaksanaan.
5 Oktober 2026

Eropa Terjepit Reformasi, Risiko Tertinggal dari AS dan China
Uni Eropa menghadapi tantangan besar dalam mendorong reformasi ekonomi menyusul lambatnya progres hingga 2026, dengan risiko terus tertinggal dari AS dan China jika tidak segera dipercepat.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pencegahan PMI Non-Prosedural Capai 6.555 Orang dalam Dua Tahun
Senin, 5 Oktober 2026, 23.24 WITA

KPK Periksa Kakak Ridwan Kamil Terkait Mobil Volvonya
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

AI Dorong Transformasi Distribusi Informasi Publik
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Polisi Prioritaskan Pemulihan Korban Penganiayaan ABK KM Maulana 23
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Prabowo Sorakkan Gol Pertama Indonesia di Final ASEAN Cup
Senin, 5 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dua Ekor Harimau Sumatra Lahir di Amerika, Jadi Langkah Bersejarah Konservasi
Senin, 5 Oktober 2026, 23.07 WITA

Harga Mobil Listrik di Indonesia Per Oktober 2026 Terus Meluas
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

Hybrid Toyota Harus Pakai BBM Oktan di Atas 90
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

