Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Menguat di Sesi I, Dekati Level 6.700

Indeks saham naik 0,84% menjadi 6.674,95 pada perdagangan sesi I, didorong kenaikan cadangan devisa dan dominasi sektor hijau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Menguat di Sesi I, Dekati Level 6.700
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kekuatan signifikan pada sesi pertama perdagangan Selasa (8/9/2026), berakhir di level 6.674,95, menguat 55,28 poin atau 0,84% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 6.619,67. Penguatan ini menjadi pembalik dari pelemahan sehari sebelumnya yang mencatatkan penurunan 0,25%. Pergerakan indeks sempat mencapai titik tertinggi 6.679,12 dan terendah 6.636,94, dengan pembukaan di angka 6.639,51.

Kegiatan perdagangan pada sesi I tercatat ramai, ditandai dengan volume transaksi mencapai 21,03 miliar saham, nilai transaksi sekitar Rp8,13 triliun, dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,318 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 412 saham menguat, 222 melemah, sementara 329 stagnan. Penguatan ini memperkuat posisi IHSG yang kembali mendekati level psikologis 6.700 setelah sebelumnya terkoreksi ke bawah.

Mayoritas sektor saham berada di zona positif, dengan sektor bahan baku menjadi yang paling kuat, naik 1,56%, disusul energi (0,81%), industri (0,77%), finansial (0,76%), konsumer primer (0,73%), kesehatan (0,66%), dan properti (0,53%). Dalam rilis saham, Amman Mineral Internasional (AMMN) menjadi kontributor terbesar dengan tambahan 8,51 poin, disusul Sinar Mas Multiartha (SMMA) 7,45 poin dan Bank Central Asia (BBCA) 7,04 poin. Sementara itu, Impack Pratama Industri (IMPC), Bumi Resources (BUMI), dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) masing-masing menyumbang 2,56, 2,34, dan 1,82 poin.

Di sisi lain, beberapa emiten menjadi penekan indeks, termasuk Global Digital Niaga (BELI) yang turun 1,76 poin, Bank Negara Indonesia (BBNI) 1,05 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 0,79 poin. Sentimen pasar dipengaruhi data ekonomi positif dari dalam negeri, terutama kenaikan cadangan devisa menjadi US$146,5 miliar pada Agustus 2026, naik US$1,2 miliar dari Juli. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak Maret dan didorong oleh penerimaan pajak, jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri. Cadangan tersebut mampu menopang pembayaran utang dan stabilisasi rupiah di tengah volatilitas global.

Posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah. Pelaku pasar kini menanti rilis data ekonomi global, termasuk pertumbuhan ekonomi Jepang, kinerja perdagangan China, dan tren pasar tenaga kerja AS, yang berpotensi memengaruhi nilai tukar mata uang dan arah pasar saham Indonesia dalam perdagangan hari ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya