IHSG Menguat di Sesi I, Dekati Level 6.700
Indeks saham naik 0,84% menjadi 6.674,95 pada perdagangan sesi I, didorong kenaikan cadangan devisa dan dominasi sektor hijau.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kekuatan signifikan pada sesi pertama perdagangan Selasa (8/9/2026), berakhir di level 6.674,95, menguat 55,28 poin atau 0,84% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 6.619,67. Penguatan ini menjadi pembalik dari pelemahan sehari sebelumnya yang mencatatkan penurunan 0,25%. Pergerakan indeks sempat mencapai titik tertinggi 6.679,12 dan terendah 6.636,94, dengan pembukaan di angka 6.639,51.
Kegiatan perdagangan pada sesi I tercatat ramai, ditandai dengan volume transaksi mencapai 21,03 miliar saham, nilai transaksi sekitar Rp8,13 triliun, dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,318 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 412 saham menguat, 222 melemah, sementara 329 stagnan. Penguatan ini memperkuat posisi IHSG yang kembali mendekati level psikologis 6.700 setelah sebelumnya terkoreksi ke bawah.
Mayoritas sektor saham berada di zona positif, dengan sektor bahan baku menjadi yang paling kuat, naik 1,56%, disusul energi (0,81%), industri (0,77%), finansial (0,76%), konsumer primer (0,73%), kesehatan (0,66%), dan properti (0,53%). Dalam rilis saham, Amman Mineral Internasional (AMMN) menjadi kontributor terbesar dengan tambahan 8,51 poin, disusul Sinar Mas Multiartha (SMMA) 7,45 poin dan Bank Central Asia (BBCA) 7,04 poin. Sementara itu, Impack Pratama Industri (IMPC), Bumi Resources (BUMI), dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) masing-masing menyumbang 2,56, 2,34, dan 1,82 poin.
Di sisi lain, beberapa emiten menjadi penekan indeks, termasuk Global Digital Niaga (BELI) yang turun 1,76 poin, Bank Negara Indonesia (BBNI) 1,05 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 0,79 poin. Sentimen pasar dipengaruhi data ekonomi positif dari dalam negeri, terutama kenaikan cadangan devisa menjadi US$146,5 miliar pada Agustus 2026, naik US$1,2 miliar dari Juli. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak Maret dan didorong oleh penerimaan pajak, jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri. Cadangan tersebut mampu menopang pembayaran utang dan stabilisasi rupiah di tengah volatilitas global.
Posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah. Pelaku pasar kini menanti rilis data ekonomi global, termasuk pertumbuhan ekonomi Jepang, kinerja perdagangan China, dan tren pasar tenaga kerja AS, yang berpotensi memengaruhi nilai tukar mata uang dan arah pasar saham Indonesia dalam perdagangan hari ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

