Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Naik 1% Didorong Sektor Energi dan Aktivitas Perdagangan Meningkat

Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,01% ke level 6.180,43 pada sesi I Selasa (6/10/2026), didukung penguatan sektor energi dan lonjakan volume transaksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 12.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Naik 1% Didorong Sektor Energi dan Aktivitas Perdagangan Meningkat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan pada pertengahan sesi perdagangan Selasa (6/10/2026), bergerak di zona hijau dengan level 6.180,43 pada pukul 10.12 WIB. Kenaikan sebesar 61,57 poin atau 1,01% terjadi seiring meningkatnya aktivitas pasar yang tercermin dari volume transaksi mencapai 225,69 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp4,03 triliun, lebih tinggi dibandingkan sesi sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan sentimen positif investor terhadap kinerja pasar dan potensi peluang di sektor-sektor unggulan.

Penguatan IHSG didorong utama oleh kenaikan sektor energi sebesar 2,5%, disusul industri (1,1%) dan konsumer non kritikal (0,8%). Beberapa emiten menjadi pendorong utama kenaikan, antara lain PT. Bayan Resources Tbk (BYAN), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT. DCI Indonesia Tbk (DCII), serta PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Di sisi lain, saham-saham seperti PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT. Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), dan PT. Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menjadi tekanan terhadap indeks.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh data ekonomi global, termasuk melambatnya aktivitas jasa di Jepang dan melemahnya kepercayaan konsumen, meski sektor jasa zona euro menunjukkan perbaikan. Di sisi inflasi, kenaikan harga produsen di kawasan tersebut mengindikasikan tekanan harga belum mereda, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Investor juga memantau pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda serta laporan neraca perdagangan Amerika Serikat.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami lonjakan tajam, dengan yield Treasury 10 tahun mencapai 5,307%—naik 3 basis poin dari sebelumnya—dan sempat menyentuh 5,349%, level tertinggi sejak April 2002. Yield 30 tahun juga meningkat menjadi 5,661%, dengan puncak di 5,703%, tertinggi sejak akhir Mei 2002. Sementara itu, di dalam negeri, OJK melaporkan 29 rencana penawaran umum masih dalam antrean dengan nilai indikatif total Rp26,47 triliun, menunjukkan minat kuat perusahaan terhadap pendanaan melalui pasar modal. Hingga September, realisasi penawaran umum mencapai Rp186,03 triliun dari target tahunan Rp250 triliun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya