IHSG Terkoreksi 0,47% di Akhir Pekan
Indeks harga saham gabungan turun 31,42 poin atau 0,47% ke level 6.636,48 pada perdagangan Jumat, dipengaruhi koreksi sektor konsumer dan kesehatan serta sentimen eksternal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada akhir perdagangan Jumat (4/9/2026), gagal mempertahankan kenaikan sebelumnya dan berakhir di level 6.636,48. Penurunan sebesar 0,47% atau 31,42 poin ini terjadi setelah pembukaan di level 6.695,69, dengan rentang pergerakan harian berada di kisaran 6.633,93 hingga 6.704,13. Dari total saham yang diperdagangkan, 256 menguat, 363 melemah, dan 172 stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar.
Volume perdagangan mencapai 35,80 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp15,04 triliun. Sejumlah sektor utama mengalami koreksi, terutama konsumer, kesehatan, industri, dan teknologi, yang menjadi penekan utama terhadap kinerja indeks. Sementara itu, sektor energi menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan, menjadi penopang terakhir di tengah tekanan umum. Emiten besar seperti BBCA, ASII, BMRI, VKTR, dan BBRI turut menjadi beban utama koreksi harian.
Dukungan dari dalam negeri datang dari kebijakan Bank Indonesia yang memperbesar insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi 6% mulai September, dengan total insentif yang telah dimanfaatkan perbankan mencapai Rp446,5 triliun. Kebijakan ini diharapkan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dan UMKM. Di sisi lain, insentif pajak atas bunga SBN valas dan jaminan pemerintah bahwa program Koperasi Desa Merah Putih tidak akan menimbulkan kredit bermasalah juga memberi sentimen positif.
Di sisi eksternal, pasar memantau data tenaga kerja AS, khususnya nonfarm payrolls (NFP), tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah, yang menjadi rujukan kebijakan The Fed. Pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang menunjukkan kesiapan mempertahankan suku bunga pada level saat ini jika inflasi tidak menunjukkan kejutan, memberi ruang harapan. Namun, data ekonomi AS yang menunjukkan klaim pengangguran rendah dan penguatan sektor jasa melalui ISM Services PMI 55,4 pada Agustus, menimbulkan sinyal campuran yang perlu diwaspadai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


