IHSG Terpuruk di Tengah Penguatan Bursa Asia
Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,11% ke level 6.313,57, tertekan sektor energi dan pelemahan rupiah, sementara bursa regional justru menguat berkat kenaikan saham teknologi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan siang hari, Selasa (22/9/2026), merosot 71,16 poin atau 1,11% ke posisi 6.313,57. Pergerakan ini menjadi yang paling menonjol di antara bursa Asia, seiring dengan penguatan NIKKEI sebesar 1,38%, HSI naik 0,13%, serta Shanghai meroket 0,1%. Penurunan IHSG terjadi di tengah tekanan dari sektor energi yang anjlok 3,07%, disusul real estate turun 1,5% dan utilitas melemah 1,2%.
Faktor pendorong utama pelemahan pasar domestik berasal dari sentimen internal dan eksternal yang tidak mendukung. Analis dari DOO Financial Futures menilai, investor masih menahan diri menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, sementara tekanan dari melemahnya nilai tukar Rupiah dan harga minyak yang tetap tinggi memperkuat kecenderungan aksi jual. "IHSG hari ini memang bergerak lebih rendah dibandingkan bursa Asia lainnya," ujar analis tersebut, menekankan kondisi pasar yang belum stabil.
Tekanan juga muncul dari aksi profit taking di saham-saham kapitalis besar, khususnya di sektor energi dan perbankan. Di sisi lain, pasar global menunjukkan sinyal positif setelah kembali tumbuh optimisme terhadap potensi kecerdasan buatan (AI), yang mendorong kenaikan saham teknologi dan semikonduktor di wilayah Asia. Namun, dampak tersebut minim terasa di pasar Indonesia karena eksposur terhadap sektor tersebut masih terbatas.
Di samping itu, pergerakan nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap Dolar AS, mencapai level Rp 17.897 per USD, turut memperparah kekhawatiran investor. Hal ini diperkuat oleh sikap hawkish The Federal Reserve yang menyebabkan yield obligasi AS 10 tahun tetap berada dekat angka 5%. Menurut analis MNC Sekuritas, tren penurunan IHSG kini diperparah oleh ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, serta dinamika hubungan AS-Iran yang terus menjadi perhatian pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Biaya Impor iPhone 18 Pro dan Duo dari Luar Negeri Terungkap
Pemilik iPhone 18 Pro dan Duo yang dibeli di luar negeri harus bayar bea masuk dan PPN hingga Rp8,1 juta, tergantung harga dan kurs pajak saat kedatangan.
22 September 2026

Prabowo Fokus Dorong Inovasi Tekstil dan Sepatu Berbasis Lokal
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas untuk perkuat industri tekstil dan sepatu melalui inovasi BRIN, termasuk kain dari limbah nanas dan sepatu murah untuk siswa kurang mampu.
22 September 2026

IHSG Melemah 1,30% di Awal Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,30% ke level 6.300 pada Selasa (22/9/2026), didorong oleh tekanan pasar global dan dinamika kebijakan dalam negeri.
22 September 2026

SILO Akuisisi 14 RS dari Lippo, Nilai Rp6,9 Triliun
PT Siloam International Hospitals Tbk resmi mengumumkan rencana akuisisi 14 rumah sakit dengan nilai total Rp6,9 triliun dari anak usaha First Real Estate Investment Trust.
22 September 2026
Berita Lainnya

Sindikat SIM Palsu di Riau Beroperasi Sejak Juni 2026
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Xiaomi Siap Masuki Pasar Mobil Listrik Indonesia
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Subsidi Tak Pasti, Penjualan Motor Listrik 2026 Terhambat
Selasa, 22 September 2026, 15.39 WITA

Penindakan Massal Beras dan Garam Ilegal di Empat Wilayah
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Prioritaskan UMKM dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Amran Minta Hukuman Berat untuk Pelaku Penyelundupan Beras Impor
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Tiga ASN Pertanian Tewas di Papua Tanpa Pengawalan
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

Dunia Belum Konsisten, Indonesia Tetap Jalan ke Net Zero
Selasa, 22 September 2026, 15.30 WITA

