Ili Lewotolok Meletus Berulang, Kolom Abu Capai 600 Meter
Gunung Ili Lewotolok di Lembata kembali meletus dalam 48 jam terakhir dengan kolom abu setinggi 600 meter, memicu imbauan larangan masuk zona 2–3 kilometer dan antisipasi bahaya lanjutan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan serangkaian erupsi yang terjadi dalam periode 48 jam terakhir. Letusan paling kuat tercatat pada Minggu (6/9/2026) pukul 06.41 WITA, di mana kolom abu membubung hingga ketinggian 600 meter di atas puncak, setara 2.023 meter di atas permukaan laut. Peristiwa ini direkam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 82 detik, menunjukkan intensitas yang signifikan.
Sebelumnya, pada hari yang sama pukul 06.11 WITA, terjadi letusan dengan ketinggian 400 meter arah barat, berlangsung selama 40 detik. Aktivitas serupa juga tercatat pada Sabtu (5/9/2026), saat gunung api meletus dua kali—pukul 06.51 WITA dengan ketinggian 500 meter dan pukul 07.02 WITA dengan ketinggian 400 meter—keduanya mengarah ke barat. Kolom abu yang dihasilkan berwarna kelabu dengan ketebalan padat, menunjukkan potensi penyebaran material vulkanik yang cukup luas.
Sebagai respons terhadap peningkatan aktivitas, Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi serta Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan zona larangan ketat. Masyarakat dilarang memasuki radius 2 kilometer dari kawah aktif, dengan perluasan ke radius 3 kilometer khusus di sektor selatan dan tenggara. Wilayah-wilayah tersebut dinilai paling berisiko terhadap ancaman guguran lava, longsoran material, dan awan panas yang dapat meluncur ke arah selatan, tenggara, barat, serta timur laut.
Upaya mitigasi juga menekankan perlindungan kesehatan masyarakat. Warga diimbau memakai masker dan pelindung mata untuk mencegah iritasi pernapasan dan mata akibat hujan abu vulkanik. Selain itu, penting untuk mengamankan sumber air bersih agar tidak terkontaminasi debu. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat diminta memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, sebagai pusat pemantauan utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


