Impor Migas Kamboja Naik 54% dalam 9 Bulan Pertama 2026
Impor minyak dan bahan bakar Kamboja melonjak 54% pada periode Januari–September 2026, didorong ekspansi industri dan kenaikan harga global akibat ketegangan Timur Tengah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Impor minyak dan bahan bakar di Kamboja mencatat pertumbuhan signifikan sebesar hampir 54% selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Data menunjukkan negara tersebut menghabiskan total 1,47 miliar dolar AS untuk solar, naik 48% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk bensin melonjak 76% menjadi 1,04 miliar dolar AS, sedangkan pembayaran untuk gas pembakaran meningkat 23% menjadi 314 juta dolar AS. Lonjakan ini mencerminkan tekanan ekonomi yang semakin besar terhadap sektor energi negara tersebut.
Peningkatan permintaan bahan bakar dipicu oleh aktivitas industri yang meningkat, perluasan infrastruktur transportasi, serta permintaan listrik yang terus meroket. Menurut Thong Mengdavid, Wakil Direktur Pusat Studi Tiongkok-ASEAN di Universitas Teknologi dan Sains Kamboja, faktor internal seperti pertumbuhan ekonomi dan ekspansi infrastruktur berkolaborasi dengan tekanan eksternal dari kenaikan harga energi global. Ia menekankan bahwa konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama kenaikan harga minyak dunia yang berdampak langsung pada neraca perdagangan energi Kamboja.
Harga bahan bakar di pasar dalam negeri mencerminkan tekanan tersebut. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, harga eceran bensin reguler mencapai 5.150 riel per liter—setara 1,27 dolar AS—melonjak 33,7% dibandingkan sebelum krisis Timur Tengah. Solar, yang dijual dengan harga 5.650 riel per liter atau sekitar 1,39 dolar AS, mengalami kenaikan 46,7%. Kenaikan ini menggambarkan beban yang semakin berat bagi konsumen dan sektor usaha di negara yang belum mampu memanfaatkan cadangan migas lepas pantainya.
Kamboja saat ini sepenuhnya mengandalkan impor minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan energinya, tanpa adanya produksi domestik dari cadangan yang dimiliki. Hal ini membuat negara menjadi rentan terhadap fluktuasi harga global dan ketidakstabilan geopolitik. Kenaikan impor dan harga bahan bakar yang signifikan menunjukkan perlunya strategi energi jangka panjang, termasuk eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Singapura Pilih Dorong Pendapatan, Bukan Kendalikan Harga
Perdana Menteri Lawrence Wong menegaskan pemerintah tak akan batasi harga untuk turunkan biaya hidup, karena risiko kelangkaan pasokan lebih besar daripada manfaatnya.
10 Oktober 2026

Anak Krakatau Naik Status Siaga, Masyarakat Dilarang Masuki Zona 5 Km
Status Gunung Anak Krakatau dinaikkan menjadi Siaga sejak 9 Oktober 2026 akibat 14 kali erupsi dalam empat hari, dengan larangan pendakian hingga radius 5 kilometer.
10 Oktober 2026

Kirana Larasati Bantah Terlibat Kelola Dana Investasi Bodong
Aktor dan presenter Kirana Larasati membantah terlibat dalam pengelolaan dana nasabah di platform investasi logam mulia yang kini diselidiki.
10 Oktober 2026

Jennifer Coppen Bantah Terlibat Kelola Investasi Emas Rp25 Miliar
Jennifer Coppen membantah terlibat dalam pengelolaan dana investasi emas yang diduga menimbulkan kerugian Rp25 miliar, menegaskan hanya berperan sebagai brand ambassador sesuai kontrak.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prancis Tanggapi Demo Pelajar dengan Rekrut 3.000 Guru Pengganti
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.27 WITA

Mahkamah Agung Pakistan Tuntut Reformasi Sistem Hukum Hadapi KDRT
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.26 WITA

Gempa M 7,7 di Panama Ditetapkan sebagai Bencana Besar
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Status Wapres Tetap Utuh
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Indra Kenz Kembali Ditahan di Sel Isolasi Lapas Tangerang
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.25 WITA

Presiden Mesir Kunjungi Indonesia, 9 Ruas Jalan di Jakarta Dilintasi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

Revisi UU Narkoba Dipercepat, Fokus Rehabilitasi Korban Bukan Hukuman
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

Lapas Merauke Kembali Normal Setelah Kebakaran dan Kaburnya Napi
Sabtu, 10 Oktober 2026, 09.24 WITA

