Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Bebas Impor Beras, Petani Makin Makmur

Menteri Koordinator Pangan menyatakan keberhasilan Indonesia tidak lagi impor beras pada 2025 sebagai bukti kemajuan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Indonesia Bebas Impor Beras, Petani Makin Makmur
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketahanan pangan menjadi indikator utama kemajuan sebuah bangsa menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia menekankan bahwa kualitas dan ketersediaan pangan mencerminkan tingkat peradaban suatu negara, bukan sekadar keberadaan makanan di atas meja. Menurutnya, sistem produksi, sumber bahan baku, hingga cara konsumsi makanan mencerminkan kondisi sosial dan ekonomi suatu wilayah.

Pada tahun 2024, Indonesia masih melakukan impor beras sebanyak 4,5 juta ton, sebuah angka yang dianggap mencerminkan ketidakseimbangan dalam sistem pertanian domestik. Impor tersebut berdampak langsung pada harga gabah lokal yang anjlok, terutama saat musim panen tiba, sehingga petani tidak mendapatkan keuntungan yang layak. Kondisi ini menurunkan motivasi produksi dan berpotensi memicu penurunan produktivitas jangka panjang.

Dengan upaya peningkatan produksi dan kebijakan strategis, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025 tanpa lagi melakukan impor. Hasil ini menandai perubahan signifikan dalam sistem pertanian nasional. Nilai tukar petani (NTP) yang sebelumnya berada di angka 116 kini naik menjadi 127, menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani secara nyata.

Kenaikan NTP tersebut berdampak langsung pada kualitas hidup petani, termasuk kemampuan membiayai pendidikan anak, membeli kendaraan secara kredit, atau menambah aset pribadi. Zulkifli Hasan menyebut ini sebagai bukti bahwa keberhasilan ketahanan pangan bukan hanya soal stok, tetapi juga soal kesejahteraan dan kemandirian ekonomi petani.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya