Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Buka Akses Bebas Visa ke Kazakhstan dan Uzbekistan

WNI dapat mengunjungi Kazakhstan dan Uzbekistan tanpa visa hingga 30 hari per kunjungan melalui penerbangan lanjutan dari Jakarta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Buka Akses Bebas Visa ke Kazakhstan dan Uzbekistan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri telah mengonfirmasi bahwa warga negara Indonesia (WNI) kini dapat melakukan perjalanan ke Kazakhstan dan Uzbekistan tanpa perlu mengurus visa terlebih dahulu. Kebijakan ini berlaku untuk pemegang paspor biasa, dinas, maupun diplomatik, dengan masa tinggal maksimal 30 hari dalam setiap kunjungan. Kedua negara Asia Tengah tersebut telah menetapkan fasilitas ini sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama budaya dan pariwisata.

Perjalanan dari Jakarta ke dua destinasi tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), sehingga perlu transit melalui rute penerbangan yang tersedia. Penerbangan menuju Almaty, Kazakhstan, memakan waktu antara 10 jam 5 menit hingga 17 jam 25 menit, tergantung lokasi transit. Sementara rute ke Tashkent, ibu kota Uzbekistan, membutuhkan durasi terbang sekitar 10 jam 10 menit hingga 16 jam 40 menit, belum termasuk waktu tunggu di bandara transit.

Di Kazakhstan, wisatawan dapat menjelajahi Charyn Canyon yang dikenal dengan formasi tebing merah dramatis dan lembah yang menyerupai Grand Canyon di Amerika Serikat. Selain itu, Kolsai Lakes yang terletak di kawasan pegunungan menawarkan pemandangan danau jernih dikelilingi hutan konifer. Destinasi lain yang populer adalah Lake Kaindy, tempat batang pohon yang mati terendam di permukaan danau, menciptakan pemandangan unik yang menjadi daya tarik tersendiri.

Uzbekistan menyuguhkan kekayaan sejarah dan arsitektur yang khas. Registan Square di Samarkand menjadi ikon utama kota, dengan arsitektur klasik yang menggambarkan kejayaan masa lalu. Kunjungan juga dapat dilanjutkan ke Ichan-Kala di Khiva, kawasan kota tua yang menjadi bagian dari warisan budaya dunia. Di Bukhara, kota bersejarah lebih dari 2.500 tahun, pengunjung dapat menemukan banyak bangunan Islam serta pusat-pusat sejarah yang terdaftar dalam daftar UNESCO.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya